Manfaat Penelitian Tindakan Kelas
Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
Menurut IGAK Wardanai dan Kuswaya Wihardit (2014) terdapat beberapa karakteristik Penelitian Tindakan Kelas, yaitu:
- Adanya masalah dalam PTK dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri guru bahwa praktik yang dulakukannya selama ini di kelas mempunyai masalah yang perlu diselesaikan. Dengan perkataan lain, guru merasa bahwa ada sesuatu yang harus di perbaiki dalam praktik pembelajaran yang dilakukannya selama ini, dan diprakarsai dari dalam guru sendiri (an inquiry of practice from whitin), bukan oleh orang luar.
- Self reflektif inquiry, atau penelitian melalui refleksi diri, merupakan ciri PTK yang paling esensial. Untuk melakukan refleksi, guru berusaha bertanya pada diri sendiri, misalnya dengan mengajukan pertanyaan berikut:
- Apakah penjelasan saya terlampau cepat?
- Apakah saya sudah member contoh yang baik?
- Apakah saya sudah memberi kesempatan beratanya kepada siswa?
- Apakah saya sudah memberi latihan yang memadai kepada siswa?
- Apakah hasil latihan siswa sudah saya komentari?
- Apakah bahasa yang saya gunakan dapat dipahami siswa?
Dari pertanyaan seperti di atas guru akan
dapat memperkirakan penyebab dari masalah yang dihadapi dan kemudian
akan mencoba mencari jalan keluar untuk memperbaiki/meningkatkan hasil
belajar siswa.
- Penelitian kelas dilakukan di dalam kelas, sehingga focus penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam melakukan interaksi;
- Penelitian Kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Dimana perbaikan dilakukan secara bertahap dan terus menerus, selama kegiatan penelitian dilakukan. Oleh karena itu, dalam PTK dikenal adanya siklus tindakan (action) yang dilakukan berulang-ulang dalam rangka mencapai perbaikan yang diinginkan.
Untuk lebih jelas perbedaan PTK dengan penelitian kelas non-PTK dapat kita amati pada table di bawah ini:
| No | Aspek | Penelitian Tindakan Kelas | Penelitian Kelas Non-PTK |
| 1 | Peneliti | Guru | Orang Luar |
| 2 | Rencana Penelitian | Oleh Guru (mungkin dibantu orang luar) | Oleh Peneliti |
| 3 | Munculnya masalah | Dirasakan oleh guru (mungkin dengan dorongan oleh orang luar) | Dirasakan orang luar |
| 4 | Ciri Utama | Ada tindakan untuk perbaikan yang berulang (siklus) | Belum tentu ada |
| 5 | Peran guru | Sebagai Guru dan peneliti | Sebagai Guru (Objek Penelitian) |
| 6 | Tempat Penelitian | Kelas | Kelas |
| 7 | Proses Pengumpulan data | Oleh guru sendiri atau bantuan orang lain | Oleh Peneliti |
| 8 | Hasil Penelitian | Langsung dimanfaatkan oleh guru dan dirasakan oleh Kelas | Menjadi milik peneliti belum tentu dimanfaatkan oleh guru |
Untuk memperjelas posisi PTK ada baiknya
kita juga menyimak pendapat Raka Joni dkk., berkenaan dengan perbedaan
PTK dengan Penelitian Formal lainnya, yaitu:
| No | Aspek | Penelitian Tindakan Kelas | Penelitian Kelas Non-PTK |
| 1 | Motivasi | Tindakan | Kebenaran |
| 2 | Sumber Masalah | Diagnosis Status | Induktif-Deduktif |
| 3 | Tujuan | Memperbaiki praktik, sekarang dan di sini | Verifikasi dan menemukan pengetahuan yang dapat digeneralisasi |
| 4 | Peneliti yang terlibat | Pelaku dari dalam | Orang luar yang berminat |
| 5 | Sampel | Kasus Khusus | Sampel yang representative |
| 6 | Metodologi | Longgar tapi berusaha untuk Objektif-Jujur-tidak memihak (Impartiality) | Baku dan Objektivitas dan ketidakmemihakan yang terintegrasi (build-in objectivity and impartiality) |
| 7 | Penafsiran hasil penelitian | Untuk memahami praktik melalui refleksi oleh praktisi yang membangun | Mendeskripsikan, mengabstraksi, serta menyimpulkan, dan membentuk teori oleh ilmuwan |
| 8 | Hasil Akhir | Siswa belajar lebih baik (Proses dan Produk) | Pengetahuan, prosedur, atau materi yang teruji |
Tujuan PTK
Penelitian pendidikan pada umumnya
ditujukan untuk memperoleh landasan dalam mempertimbangkan suatu
prosedur kerja, khususnya prosedur pembelajaran, menjamin cara kerja
yang efektif dan efisien, memperoleh fakta-fakta tentang berbagai
masalah pendidikan, dan menghindarkan sesuatu yang dapat merusak, serta
meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran.
Berdasarkan pemahaman tersebut, secara umum penelitian tindakan kelas
bertujuan untuk:
- Memperbaiki dan meningkatkan kondisi-kondisi belajar serta kualitas pembelajaran.
- Meningkatkan layanan professional dalam konteks pembelaaran, khhususnya layanan kepada peserta didik sehingga tercipta layanan prima.
- Memberi kesempatan kepada guru berimprovisasi dalam melakukan tindakan pembelajaran yang direncanakan secara tepat waktu dan sasarannya.
- Memberi kesempatan kepada guru mengadakan kajian secara bertahap kegiatan pembelajaran yang dilakukannya sehingga tercipta perbaikan yang berkesinambungan.
- Membiasakan guru mengembangkan sikap ilmiah, terbuka dan jujur dalam pembelajaran.
Perkembangan masyarakat dewasa ini sangat
cepat dan sangat kompleks sehingga tuntutan terhadap layanan
pembelajaran yang hams dilakukan oleh gmujuga meningkat. Penelitian
tindakan kelas merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru untuk
meningkatkan atau memperbaiki layanan pembelajaran tersebut.
Tujuan ini dapat dicapai dengan cara
melakukan berbagai tindakan untuk memecahkan berbagai permasalahan
pembelaj aran di kelas yang selama ini dihadapi, baik disadari atau
mungkin tidak disadari. Oleh karena itu, fokus penelitian tindakan kelas
adalah terletak kepada tindakan-tindakan altematif yang direncanakan
oleh guru, kemudian dicobakan, dan dievaluasi untuk mengetahui
efektivitas tindakan-tindakan Alternative itu dalam memecahkan masalah
pembelajaran yang dihadapi oleh guru.
Jika perbaikan dan peningkatan layanan
pembelajaran dapat terwujud dengan baik berdasarkan hasil penelitian
tindakan kelas, menurut Suyanto (1999) ada tujuan penyerta yang juga
dapat dicapai sekaligus dalam kegiatan penelitian itu. Tujuan penyerta
yang dapat dicapai adalah terjadinya proses latihan dalam jabatan oleh
guru selama proses penelitian tindakan kelas dilakukan. Ini dapat
terjadi karena tujuan utama dari penelitian tindakan kelas adalah
perbaikan dan peningkatan layanan pembelajaran.Artinya, dengan
penelitian tindakan kelas itu guru sekaligus banyak berlatih
mengaplikasikan berbagai tindakan alternatif yang telah dipilihnya
sebagai upaya untuk meningkatkan layanan pembelajaran. Di sini guru akan
lebih banyak mendapatkan pengalaman tentang keterampilan praktik
pembelaj aran secara reflektifdaripada ilmu baru dari penelitian
tindakan kelas yang dilakukan itu. Dalam konteks pengalaman latihan guru
ini, Borg (1996) menegaskan bahwa tujuan utama penelifian tindakan
adalah untuk pengembangan keterampilan guru berdasarkan pada
persoalan-persoalan pembelajaranyang dihadapi guru di kelasnya sendiri,
dan bukannya bertujuan untuk pencapaian pengetahuan umum dalam bidang
pendidikan.
McNiff (1992) menegaskan bahwa dasar
utama bagi dilaksanakannya PTK adalah untuk perbaikan. Kata perbaikan di
sini terkait dengan memiliki konteks dengan proses pembelajaran. Jika
tujuan utama PTK adalah untuk perbaikan dan peningkatan layanan
professional pendidik dalam menangani proses belajara mengajar,
bagaimana tujuan ituu dapat di capai?. Tujuan itu dapat dicapai dengan
melakukan berbagai tindakan alternative dalam memecahkan berbagai
persoalan pembelajaran.
Sedangkan dalam bukunya Kunandar (2008) disebutkan bahwa tujuan penelitian tindakan Kelas adalah sebagai berikut:
- Untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dan siswa yang sedang belajar, meningkatkan profesionalisme guru, dan menumbuhkan budaya akademik dikalangan para guru.
- Peningkatan kualitas praktik pembeljaran di kelas secara terus menerus mengingat masyarakat berkembang secara cepat.
- Peningkatan relevansi pendidikan, hal ini dicapai melalui peningkatan proses pembelajaran
- Sebagai alat training in-service,yang memperlengkapi guru dengan skill dan metode baru, mempertajam kekuatan analisisnya dan mempertinggi kesadaran dirinya.
- Sebagai alat untuk memasukkan pendekatan tambahan atau inovatif terhadap system pembelajaran yang berkelanjutanyang biasanya menghambat inovasi dan perubahan
- Peningkatan hasil mutu pendidikan melalui perbaikan praktik pembeljaran di kelas dengan mengembangkan berbagai jenis ketrampilan dan menningktkan motivasi belajar siswa
- Meningkatkan sikap profesionalpendidik dan tenaga kependidikan
- Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah, sehingga tercipta proaktif dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan
- Peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan, peningkatan atau perbaikan proses pembelajran di samping untuk meningkatkan relevansi dan mutu hasil pendidikan juga situnjukkan untuk meningkatkan efisiensi peemanfaatan sumber-sumber daya yang terintegrasi di dalamnya
Manfaat PTK dapat dilihat dari dua aspek
yakni aspek akademis dan aspek praktis. Aspek Akademis, manfaatnya
adalah untuk membantu guru mengahasilkan pengetahuan yang shahih dan
relevan bagi kelas mereka untuk memperbaiki mutu pembelajaran dalam
jangka pendek. Adapun Manfaat Praktis dari pelaksanaan PTK antara lain:
- merupakan pelaksanaan inovasi pembelajaran dari bawah. Peningkatan mutu dan perbaikan proses pembelajaran yang dilakukan guru secara rutin merupakan wahana pelaksanaan inovasi pembelajaran. Oleh karena itu guru perlu mencoba untuk mengubah, mengembangkan, dan meningkatkan pendekatan, metode,maupun gaya pembelajaran sehingga dapat melahirkan suatu model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik kelas.
- pengembangan kurikulum di tingkat sekolah, artinya dengan guru melakukan PTK maka guru telah melakukan implementasi kurikulum dalam tataran praktis, yakni bagaimana kurikulum itu dikembangkan dan disesuaikan dnegan situasi dan kondisi, sehingga kurikulum dapat berjalan secara efektif melalui proses pembelajran yang aktif,inovatif,kreatif,efektif dan menyenangkan.
Melalui PTK guru akan lebih banyak
memperoleh pengalaman tentang praktik pembelajaran secara efektif, dan
bukan ditujukan untuk memperoleh ilmu baru dari penelitian tindakan
kelas yang dilakukannya. Dengan kata lain, tujuan utama PTK adalah
mengembangkan katerampilan proses pembelajaran. Bukan untuk mencapai
pengetahuan umum dalam bidang pendidikan. Meskipun demikian, PTK sangat
bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman guru terhadap pembelajaran yang
menjadi tugas utamanya. Berbagai manfaat penelitian tindakan kelas
antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut.
- Mengembangkan dan melakukan inovasi pembelajaran sehingga pembelajaran yang dilakukan senantiasa tampak baru dikalangan peserta didik.
- Merupakan upaya pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai dengan karakteristik pembelajaran, serta situasi dan kondisi kelas.
- Meningkatkan profesionalisme guru melalui upaya penelitian yang dilakukannya, sehingga pemahaman guru senantiasa meningkat, baik berkaitan dengan metode maupun isi pembelajaran.
Dalam pda ini, praktik PTK diharapkan
dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, sehingga
dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan pada
umumnya. Untuk mewujudkan tujuan dan memperoleh manfaat sebagaimana
dikemukakan diatas, terhadap beberapa hal yang harus ditanyakan dalam
pelaksanaannya, sebagai berikut: a) Apakah hipotesis tindakan telah
dirumuskan berdasarkan tujuan dan hasil kajian dengan landasan yang
tepat, baik secara teoritis maupun konseptual? b) Apakah alternative
pemecahan masalah yang direkomendasikan dapat mencapai tujuan dan
memecahkan permasalahan dengan tepat? c) Bagaimanakah tindakan pemecahan
masalah dilakukan, bagaimana mengetahui dan mengontrol hasilnya? d)
Bagaimanakah cara menguji hipotesis tindakan untuk membuktikan perbaikan
kondisi atau peningkatan kinerja system pembelajaran? e) Apakah
pengambilan kesimpulan sesuai dengan tujuan, kondisi dan karakteristik
pembelajaran?
Referensi:
Hamzah, dkk. 2011. Menjadi peneliti PTK yang professional. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara.
Mulyasa, E. 2011. Praktik Penelitian Tindakan Kelas,menciptakan perbaikan berkesinambungan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Kunandar. 2008. Langkah Mudah PTK sebagai Pengembangan Profesi Guru Jakarta: PT. Rajagrafindo. Persada
Djunaidi, Ghony. M, 2008. Penelitian Tindakan Kelas Malang: UIN-Malang Pers.
Asrori Muhammad, 2007. Penelitian Tindakan Kelas Bandung: CV. Wacana Prima.
Wardhani, IGAK dan Wihardit, Kuswaya, 2014. Penelitian Tindakan Kelas Jakarta: Universitas Terbuka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar