Minggu, 16 April 2017

Contoh Definisi Daftar Pustaka dan Cara Penulisan Daftar Pustaka

Contoh Definisi Daftar Pustaka dan Cara Penulisan Daftar Pustaka

jasa pembuatan rpp SD SMP SMA

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)




Pengertian Daftar pustaka : Dalam pembuatan makalah, paper atau buku kita perlu mencantumkan referensi-referensi atau sumber-sumber dari tulisan kita, itulah yang disebut dengan daftar pustaka. Daftar pustaka merupakan daftar sejumlah buku acuan atau referensi yang menjadi bahan utama dalam suatu tulisan, baik tulisan ilmiah maupun non ilmiah. Selain buku, majalah, surat kabar, catatan harian, dan hasil pemikiran ilmuan juga dapat dijadikan sebagai referensi dalam menulis.
Walija mengatakan bahwa daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar buku atau sumber acuan lain yang mendasari atau menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan karangan. Unsur-unsur pada daftar pustaka hampir sama dengan catatan kaki. Perbedaannya hanya pada daftar pustaka tiada nomor halaman sedangkan pada catatan kaki ada nomor halaman. Daftar pustaka berada di paling belakang dari tulisan kita.
Unsur-unsur pokok daftar pustaka adalah sebagai berikut:
A. Buku sebagai Bahan Referensi
  1.  Nama pengarang, diurutkan berdasarkan huruf abjad (alfabetis). Jika nama pengarang lebih dari dua penggal nama terakhir didahulukan atau dibalik.
  2. Tahun terbit buku, didahulukan tahun yang lebih awal jika buku dikarang oleh penulis yang sama.
  3. Judul buku, dimiringkan tulisannya atau digaris bawahi.
  4. Data publikasi, penerbit, dan tempat terbit.
  5. DAFTAR PUSTAKA ditulis dengan huruf kapital semua dan menempati posisi paling atas pada halaman yang terpisah.
B. Rujukan dari Internet Berupa Artikel dari Jurnal
Nama penulis di tulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti oleh tahun, judul karya (dicetak miring) dengan diberikan keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, diantara tanda kurung.
Contoh:
Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), jilid 5, No 4, (http://www.malang.ac.id, diakses 20 Januari 2000).
C. Rujukan dari Internet Berupa E-mail Pribadi
Nama pengirim (jika ada) disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirim).
Misalnya :
• Davis, A. (a.davis @uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tolls. Email kepada Alison Hunter (huntera @usq.edu.au).
• Mulya, Hamdani. (mulyahamdani @yahoo.com). 15 Oktober 2009. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Email kepada Redaktur Majalah Santunan Jadid (redaksisantunan @gmail.com).
D. Cara penulisan Daftar Pustaka
Berisi Daftar Pustaka yang dipakai dalam pembahasan Skripsi. Daftar pustaka harus disusun menurut abjad nama keluarga pengarang.
Halaman ini berisi daftar pustaka yang digunakan dan dirujuk didalam tulisan isi Skripsi. Walaupun digunakan tetapi jika tidak dirujuk tidak boleh ditulis disini. Disamping itu referensi yang sifatnya umum atau hanya melengkapi tidak perlu dicantumkan disini. Contoh buku yang tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka adalah Buku Petunjuk Penulisan Skripsi yang anda baca saat ini, kamus, buku petunjuk bahasa komputer atau periferal tertentu.
Mahasiswa diharuskan mengikuti aturan tata cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
a. Daftar Pustaka ditulis pada halaman belakang sebelum lampiran. Tulis judul ‘DAFTAR PUSTAKA’.
b. Tulis semua butir publikasi dengan urutan abjad nama pengarang dan tahun. Jika terdapat nama pengarang dan tahun yang sama, maka setelah angka tahun beri akhiran a, b, c, dst. Publikasi tanpa nama pengarang ditulis diawal dan diurut berdasarkan tahun dan urutan abjad judul. Rincian referensi dapat diperoleh dari halaman judul atau halaman kulit dalam suatu buku. Jika itu merupakan majalah maka nama majalah dan volume bisa dilihat di halaman judul. Sedangkan nama pengarang dan judul artikel bisa dilihat di halaman awal artikel.
c. Jika acuan berupa buku maka format penulisan sebagai berikut:
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.
Contoh:
Rusli, H.(1991). Kewajiban-kewajiban Perusahaan di Indonesia. Huperindo, Jakarta.
Lasmana, E.(1992). Sistem Perpajakan di Indonesia, jilid-1. Prima Kampus Grafika, Jakarta.
Marsius, J.(1991). Perilaku Harga Jasa Dokter di Kodya Palembang. Skripsi S1. Universitas Sriwijaya, Palembang.
Cushing,B.E.(1991). Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Perusahaan, edisi ke-3. Terjemahan Kosasih,R.Erlangga,Jakarta.
d. Jika acuan berupa artikel di dalam buku, maka format penulisan sebagai berikut
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Artikel dalam Nama_Editor(ed.) Judul_Buku. seri. Penerbit, Kota.
Contoh:
Hedley, C.(1971). Reading dan Language Difficultiesm dalam Wilson, J.A.R.(ed.) Diagnosis of Learning Difficulties, pp135-156. McGraw-Hill, New-York.
e. Acuan berupa artikel di dalam majalah, format penulisannya
Nama_Pengarang. (Thn_Publikasi). Judul_Artikel. Judul_Majalah, volume (nomor), halaman.
Contoh:
(1983). Issues in education today. Journal of Community Studies. Vol 6(10), pp2-4.
Widodo, J.(1993). Analisis kestabilan sistem. Jayabina, 1(1),pp16-36.
c. Referensi dari internet
Nama_penulis, thn_edit, judul_artikel, alamat_situs
Keterangan:
Nama_Pengarang, Nama_Editor
Tulis dengan huruf tegak. Tulis nama keluarga diikuti dengan inisial nama diri.
Contoh: Kurniawan, O., Marsius, J. dan Halim, F.A. ….
Kalau nama pengarang tidak ada, ditulis Anonim atau Anonymous, dst
Tahun_Publikasi
Tulis di dalam tanda kurung, akhiri dengan tanda titik. Isi dengan angka tahun publikasi. Ada ditemui suatu publikasi yang selalu dicetak ulang walaupun edisinya sama. Untuk kasus ini yang ditulis adalah tahun publikasi pertama kali muncul dan bukan tahun cetak terakhir.
Judul_Buku, Judul_majalah, Judul_Artikel
Judul buku : huruf miring, huruf kecil.
Judul artikel : huruf tegak, huruf kecil.
Judul majalah/jurnal : huruf miring, huruf besar-kecil.
Seri
Merupakan nomor edisi atau nomor jilid.
Volume
Merupakan nomor volume
Nomor
Merupakan nomor urut terbitan di dalam tiap volume majalah atau jurnal umumnya dicirikan dengan nomor terbitan, volume dan tahun.
Halaman
Kalau hanya satu halaman, format: pnn. nn adalah nomor halaman. Kalau lebih dari satu halaman, format:
ppna-ppnb. na: nomor awal. nb: nomor akhir.
Penerbit
Merupakan nama penerbit. Hati-hati, jangan rancu dengan nama pencetak.
Kota
Merupakan kota tempat penerbit. Jika ada lebih dari satu nama, pilih yang pertama tertulis.
Contoh: Gombong, Jawa Tengah
Englewood Cliffs, N.J.
d. Jangan menyingkat judul jurnal.
e. Jangan gunakan GELAR akademik pengarang.
Dari penjelasan yang telah saya berikan saya harap para pembaca sekarang dapat lebih memahami apa itu daftar pustaka serta cara penulisannya yang benar sesuai dengan aturan-aturannya.

Stop Passing pada Permainan Sepakbola

Pengertian Stop Passing

Stop passing adalah cara menangkap bola, menghentikan bola atau menguasai bola. Menerima bola dapat dilakukan dengan semua bagian badan dari kaki sampai dahi (kepala), kecuali dengan lengan dan tangan. Dalam menerima bola atau menghentikan bola pada dasarnya adalah dengan cara mengurangi kekuatan atau kecepatan bola hingga bola berhenti untuk kemudian dikuasai.
Stop passing merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola yang penggunaannya bersamaan dengan teknik menendang bola. Tujuan menghentikan bola adalah untuk mengontrol bola, yang termasuk di dalamnya adalah untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk passing (Mielke, 2007:24).
Untuk menerima dan mengontrol bola (stop passing) ada dua pilihan yaitu menerima dan mengontrol bola dengan menggunakan inside atau outside of the foot, tergantung pada situasi. Tubuh harus menjadi target yang lunak dan menarik bagian tubuh yang akan menerima bola untuk mengurangi benturan (Mielke, 2008 : 24–26).

Jenis-jenis Stop Passing

a. Stop passing dengan Inside of the Foot

Merupakan teknik stop passing saat tidak berada di bawah tekanan lawan secara langsung. Pelaksanaannya sejajarkan diri anda dengan bola yang akan datang dan bergeraklah ke depan untuk menerimanya. Julurkan kaki yang akan menerima bola untuk menjemputnya. Letakkan kaki menyamping dengan jari kaki mengarah ke atas, menjauh dari garis tengah tubuh. Tarik kaki saat bola tiba untuk mengurangi benturan. Jangan hentikan dengan arah gerakan selanjutnya atau ke ruang terbuka menjauh dari lawan yang terdekat.

b. Stop passing dengan Outside of the Foot

Merupakan teknik stop passing ketika sedang ditempel ketat oleh lawan. Dalam situasi seperti itu, teknik stop passing dengan inside of the foot tidak selalu tepat dilakukan karena anda mungkin tidak dapat mencapai bola dengan kaki untuk melakukan tendangan bebas. Gunakan tubuh untuk melindungi bola dari lawan dengan outside of the foot stopping. Miringkan tubuh saat bola datang dengan tubuh berada di antara lawan dan bola. Terimalah bola dengan kaki yang terjauh dari posisi lawan. Putar kaki yang akan menerima bola ke arah bawah dalam dan terima bola dengan bagian samping luar instep.

Contoh penerapan Stop Passing

Buatlah permainan 3 lawan 3 di lapangan yang dimodifikasi dengan cara memperkecil ukuran lapangan. Permainan diawali dengan passing pendek dari belakang. Dalam hal ini pemain diharapkan dapat memecahkan masalah dengan melakukan gerakan stop passing yang diakhiri dengan shooting. Kondisi seperti ini mengidentifikasi fokus dari teknik stop passing sebagai bagian dari upaya memainkan bola kembali di lapangan yang identik dengan permainan sesungguhnya. Ketika bola keluar ke samping atau melewati gawang, maka untuk memulai permainan dapat diterapkan taktik sederhana yang mencakup aspek tersebut tadi.

Daftar Pustaka

Mielke, Danny. 2007. Dasar-dasar Sepakbola. Bandung: Pakar Raya.

Permainan Tenis

Konsep Dasar Permainan Tenis

Tennis adalah salah satu cabang permainan bola kecil. Olahraga ini mempunyai lapangan berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran panjang 23,77 m dan ukuran lebar ada dua yaitu untuk lebar lapangan tunggal 8,23 m dan untuk lapangan ganda lebarnya 10,97 m. Lapangan terbagi menjadi dua bagian yang sama panjang dengan dipisahkan oleh net yang melintang ditengah-tengah lapangan dengan tinggi dibagian tengah 91,4 m, dan pada tiap-tiap tiang net 1,067 m. Permainan ini di lakukan di atas lapangan dengan permukaan keras (hard court), tanah liat (gravel), maupun lapangan rumput (grass court).
Cara bermain tenis, sejak permainan tenis dimulai pada abad XIV, jauh berbeda dengan cara bermain sekarang. Para ahli mempelajari gerak-gerik pemain-pemain, sehingga lambat laun dikembangkan cara-cara yang digunakan sekarang untuk menggerakkan anggota badan secara wajar. Bermain tenis bukan hanya sekedar memukul bola agar melintasi net dan menjatuhkannya dalam batas-batas permainan tenis, melainkan untuk melakukan pukulan terhadap bola dengan ringan, memukul bola dengan berirama dan menjaga keseimbangan badan.
Olahraga tenis juga merupakan suatu permainan yang memerlukan kecepatan kaki, ketepatan yang terkendali, stamina, antisipasi, ketepatan hati (determination) dan kecerdikan. Meskipun demikian, jika anda lemah pada salah satu dari segi-segi tersebut, masih ada kemungkinan untuk menutupinya dengan memperkuat diri pada segi-segi yang lain agar seimbang.
Tujuan bermain tenis adalah memukul bola kedalam lapangan lawan dengan teknik-teknik yang baik dan benar. Untuk dapat menghasikan pukulan sesuai dengan yang diharapkan maka harus seorang pemain harus menguasai teknik-teknik dasar dan teknik-teknik pukulan dengan baik.

Teknik Bermain Tenis

Dalam permainan tenis, teknik dasar merupakan tehnik penentu bagi kelanjutan keberhasilan dalam menguasai permaina tenis. Tehnik pukulan dasar harus dipelajari, dimengerti, diketahui dan dilatih dengan benar, sehingga dapat menghindari kesalahan pada saat memukul bola dalam bermain tenis. Agar dapat bermain dengan baik dan benar ada bermacam-macam jenis pukulan yang harus dikuasai, sehingga dapat mencapai prestasi optimal sesuai yang diharapkan.
Teknik dasar dalam permainan tenis yaitu meliputi pegangan/grip, sikap berdiri, ayunan raket, kontak poin, foot work. Pegangan dalam tenis menurut Yudoprasetio (1981:13) ada tiga cara, yaitu cara memegang dari Amerika bagian timur (disebut eastern grip), cara memegang dari Eropa (disebut continental grip) dan cara Amerika sebelah barat (disebut western grip). Sedangkan teknik pukulan dalam tenis merupakan teknik paling utama karena untuk bermain tenis harus memukul bola dengan raket.
Pukulan dalam permainan tenis menurut Katili (1977:21) pukulan tenis dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu ground stroke, voli, dan overhead strokes. Yang tergolong dalam pukulan overhed strokes adalah servis dan smash. Sedangkan menurut Magheti (1990:32) menyatakan bahwa pukulan dalam tenis dibedakan menjadi empat macam yaitu service, forehand drive, backhand drive, dan volley. Lardner (1996:35) juga berpendapat bahwa ada enam macam pukulan dasar dalam permainan tenis yaitu : forehandbackhandservicevolleylob dan smash.

Daftar Pustaka

  • B. Yudoprasetyo 1981. Belajar Tenis Jilid I, Jakarta Bhatara Karya Aksara.
  • Katilli, A. A.1977. Olahraga tenis, jakarta : Yayasan merpati
  • Lardner, Rex 1992 . Teknik Dasar Tenis ,Semarang: Dahara Prize.
  • Magheti, Bey. 1990, Tenis Para Bintang, Bandung : CV Pionir jaya

Teknik Menyundul Bola dalam Sepakbola

Prinsip Dasar Menyundul Bola

Menyundul bola merupakan salah satu teknik dasar sepakbola yang menuntut skill yang tinggi untuk memenangkan bola-bola lambung di atas kepala, baik untuk mengoperkan bola atau mencetak gol ke gawang lawan. (Abdoellah, 1981:424) menyatakan, Kepandaian menyundul bola itu berarti akan memenangkan setiap permainan bola melambung di atas kepala.
teknik sundul bola
Menyundul bola dapat dilakukan dengan baik, jika seorang pemainsepakbola  mengetahui prinsip dasar menyundul bola yang benar. Menurut (Kosasih, 1993: 233) bahwa, Menyundul bola harus memakai dahi dan mata harus selalu terbuka jangan sekali-kali mata tertutup. Pendapat lain dikemukakan (Harvey, 2003: 11) bahwa, Hal utama yang perlu diingat dalam menyundul bola adalah menjaga mata tetap terbuka dan menggunakan dahi, bukan bagian atas kepala.
Menyundul bola bukan merupakan hal yang mudah, apalagi bagi pemain pemula. Untuk dapat menyundul bola dengan baik, seorang pemain harus menguasia teknik menyundul bola yang benar. Menurut (Harvey, 2003: 11) teknik menyundul bola adalah:
  1. Berdirilah sejajar dengan bola. Dengan satu kaki di depan kaki yang lain, tekuk lutut dan punggung agak condong ke belakang.
  2. Saat bola datang mendekat, usahakan mata anda tetap terbuka. Tetap santai sampai pada menit-menit terakhir.
  3. Sundullah bola dengan dahi anda. Jika anda menggunkan bagian kepala lain, maka akan terasa sakit.
  4. Dorong bola menjauh, sambil tetap mengencangkan otot-otot leher, sehingga kepala dapat mengarahkan bola tersebut ke arah yang diinginkan.
Menyundul bola merupakan gerakan dari seluruh anggota badan yaitu dari gerakan kaki, badan, otot-otot leher  dan kepala, mata tetap terbuka. Bagian-bagian badan tersebut merupakan rangkaian gerakan menyundul bola yang harus dikoordinasikan secara baik dan harmonis. Penyundul bola yang baik memerlukan koordinasi yang baik antara lengan, kaki, bahu, leher dan kepala dan itu memerlukan latihan praktek (Widdow & Buckle, 1981: 45).
Kemampuan seorang pemain mengkoordinasikan bagian-bagian tubuh yang terlibat dalam gerakan menyundul bola, maka sundulan yang dilakukan akan berhasil dengan baik sesuai yang diharapkan.

Peranan Kelentukan Otot Punggung dengan Kemampuan Menyundul Bola

Punggung merupakan bagian yang sangat penting dalam gerakan menyundul bola. (Soekatamsi, 1988:171) menyatakan, Salah satu dasar menyundul bola yaitu, Badan digerakkan, ditarik ke belakang melengkung pada daerah pinggang. Kemudian dengan gerakan seluruh tubuh yaitu kekuatan otot-otot perut, dorongan panggul dan kaki (lutut bengkok diluruskan) badan diayunkan atau dihentakkan ke depan hingga dahi mengenai bola.
Pendapat lain dikemukakan (Lhaksana dan Pardosi, 2008: 78) menyatakan, untuk melakukan sundulan yang keras, sebelum menyundul bola kepala dapat ditarik ke belakang.
Berdasarkan dua pendapat tersebut menunjukkan bahwa, gerakan saat dahi kontak dengan bola, keleluasan gerak pada sendi-sendi tulang belakang sangat membantu gerakan menyundul bola. Sifat lentur yang dimiliki tulang belakang, dan gerakan yang dapat dilakukan dari tulang belakang yaitu gerak ke depan (forward), ke belakang (backward) dapat membantu gerakan menyundul bola menjadi lebih kuat. Hal ini artinya, keleluasan gerak persendian tulang belakang dan otot-otot tulang belakang yang elastis sangat membantu gerakan menyundul bola. Dengan penguasaan teknik menyundul bola yang baik dan didukung otot-otot punggung yang elastis, maka sundulan akan menjadi lebih kuat dan keras. Sundulan yang kuat dan keras sangat baik untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Peranan Kekuatan Otot Perut dengan Kemampuan Menyundul Bola

Bagian tubuh yang berperan dalam gerakan menyundul bola yaitu batang tubuh khususnya otot-otot perut. (Sumosardjuno, 1994:48) menyatakan, Setiap atlet cabang olahraga apa pun memerlukan bagian tengah badan yang kuat. Bagian tengah badan yang berkembang dengan baik selalu dapat menghasilkan gerakan kaki dan lengan semaksimal mungkin.
Pendapat tersebut menunjukkan, pada gerakan menyundul bola yaitu badan ditarik ke belakang. Pada saat badan digerakkan ke belakang saat akan menyundul bola, maka otot-otot perut berkontraksi dengan kuat untuk membantu gerakan batang tubuh, leher dan dahi, sehingga sundulan menjadi lebih keras dan kuat. Gerakan menyundul bola tersebut tidak hanya melibatkan gerakan dari otot-otot perut saja, namun dilakukan secara selaras dan harmonis dari  gerakan kaki (lutut bengkok diluruskan) panggul, perut, punggung, leher dan dahi. Dengan otot-otot perut yang kuat maka akan membantu gerakan punggung dan dahi saat kontak dengan bola, sehingga sundulan akan menjadi lebih kuat dan keras.
Kemampuan seorang pemain sepakbola mengerahkan kekuatan otot perut pada teknik yang benar, maka akan menghasilkan sundulan yang baik. Namun sebaliknya, jika otot-otot perut lemah maka sundulan juga menjadi lemah.

Peranan Persepsi Kinestetik dengan Kemampuan Menyundul Bola

Persepsi kinestetik merupakan suatu fungsi dari organ-organ tubuh manusia yang berhubungan erat dengan gerakan tubuh manusia. Organ-organ kinestetik adalah proprioseptor yang meliputi reseptor-reseptor sensori tertentu dalam otot-otot, tendon, persendian dan alat vestibular dari telinga bagian dalam. Masing-masing reseptor tersebut mempunyai tugas dan fungsi tersendiri dalam hubungannya posisi dan gerakan tubuh.
Dilihat dalam situasi permainan sepakbola bahwa, organ-organ reseptor tersebut mempunyai peran penting dalam setiap gerakan pemain. Hal ini karena dalam permainan sepakbola seorang pemain sepakbola dituntut selalu bergerak dan memperhatikan lawan, teman serta mengamati datangnya bola. Demikian halnya pada waktu akan menyundul bola, dimana seorang pemain harus melihat datangnya bola dan memperhatikan situasi permainan agar sundulan yang akan dilakukan tepat pada sasaran yang diinginkan. Menurut (Soekatamsi, 1988:171) menyatakan, Salah satu dasar teknik menyundul bola adalah lari menjemput arah datangnya bola, pandangan mata tertuju pada arah bola.
Pendapat tersebut menunjukkan bahwa, pada saat seorang pemain mengamati datangnya bola, maka indera penglihatan mempunyai peranan penting untuk segera mengambil keputusan sesuai dengan keadaan yang dihadapi. Dalam hal ini, pada saat akan menyundul bola seorang pemain melihat datangnya bola dan bersamaan dengan itu telah dipikirkan maksud dan tujuan menyundul bola yang akan dilakukan, sehingga hasil sundulannya tepat pada sasaran yang diinginkan. Jika   seorang pemain kepekaan inderanya kurang baik, gerakannya akan lambat sehingga akan gagal melakukan gerakan sesuai dengan keadaan yang dihadapi.

Daftar Pustaka

  • Abdoellah Arma. 1981. Olahraga untuk Perguruan Tinggi. Jakarta. PT. Sastra Husada.
  • Engkos Kosasih. 1993. Olahraga Teknik dan Program Latihan. Jakarta: AKA Press.
  • Harvey Gill. 2003. Teknik Mengontrol Bola. Alih Bahasa. Tim GMS. Jakarta: PT. Gapuramitra Sejati.
  • Pardosi H. Ishak & Lhaksana Justinus. Inspirasi dan Spririt Futsal. Jakarta: Raih Asa Sukses.
  • Richard Widdows dan Paul Buckle.,1981. Sepak Bola Keterampilan, Taktik Dan Fakta. Hongkong; Octopus Books Limited
  • Soekatamsi. 1988. Teknik Dasar Bermain Sepakbola. Surakarta: Tiga Serangkai.
  • Sumosardjuno Sadoso. 1994. Pengetahuan Praktis Kesehatan dalam Olahraga. Jakarta: PT. Gramedia

Teknik Permainan Sepakbola

Pengertian Permainan Sepakbola

Sepakbola adalah cabang olahraga permainan yang pelaksanaan permainannya memiliki gerakan yang cukup kompleks. Dalam pelaksanaan permainan sepakbola, setiap pemain dituntut selalu bergerak sambil memainkan teknik dasar bermain sepakbola yang dilakukan dalam waktu cukup lama yaitu 2 X 45 menit.


Berkaitan dengan permainan sepakbola (Muchtar, 1992:81) menyatakan: Sepakbola merupakan permainan yang menggunakan waktu 2 x 45 menit. Selama waktu satu setengah jam tersebut, pemain dituntut untuk senantiasa bergerak. Dan bukan hanya sekedar bergerak, namun dalam bergerak tersebut masih melakukan berbagai gerak fisik lainnya seperti berlari sambil menggiring bola, berlari kemudian harus berhenti tiba-tiba, berlari sambil berbelok 90 derajat, bahkan 180 derajat. Melompat meluncur (sliding) beradu badan (body-charge), bahkan terkadang berlanggar dengan pemain lawan dalam kecepatan tinggi. Semua ini menuntut kualitas fisik pada tingkat tertentu, untuk dapat memainkan bola tersebut dengan baik.
Kemampuan fisik yang prima merupakan komponen penting dalam permainan sepakbola. Dengan kemampuan fisik yang prima akan sangat membantu penampilannya dalam bermain sepakbola. Selain itu, dengan kemampuan fisik yang baik akan membantu dalam menguasai teknik dasar bermain sepakbola. Oleh karena itu, kemampuan fisik yang terdiri atas berbagai unsur merupakan syarat mutlak dalam sepakbola dan harus dimiliki setiap pemain sepakbola.

Gerakan Permainan Sepakbola

Ditinjau dari pelaksanaan permainan sepakbola bahwa, gerakan-gerakan yang terjadi dalam permainan sepakbola adalah gerakan-gerakan dari badan dan macam-macam cara memainkan bola. Gerakan badan dan cara memainkan bola adalah dua komponen yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam pelaksanaan permainannya.
Gerakan-gerakan badan maupun cara memainkan bola terangkum dalam teknik dasar bermain sepakbola. Seperti dikemukakan (Muchtar, 1992:27) bahwa, Berdasarkan gerakan-gerakan yang terjadi dalam permainan sepakbola, teknik sepakbola dibagi atas teknik badan dan teknik bola.
Hal senada dikemukakan (Abdoellah, 1981: 416) bahwa: Unsur-unsur untuk dapat bermain sepakbola secara baik sebenarnya sangat kompleks, karena unsur satu dengan yang lain sangat erat hubungannya dan sukar untuk dipisah-pisahkan. Pada garis besarnya teknik sepakbola dapat dibagi menjadi dua yaitu:
  1. Body technics, ialah gerakan-gerakan dalam sepak bola tetapi tanpa menggunakan bola.
  2. Teknik dengan bola ialah gerakan-gerakan sepakbola dengan menggunakan bola.
Teknik badan atau teknik tanpa bola pada dasarnya bertujuan mengembangkan kemampuan fisik untuk mencapai kesegaran jasmani (physical fitness) agar dapat bermain sepakbola dengan sebaik-baiknya.
Menurut (Soekatamsi, 1995:16) unsur-unsur gerakan tanpa bola terdiri dari:
  1. Lari cepat dan mengubah arah,
  2. Melompat dan meloncat,
  3. Gerak tipu tanpa bola.
  4. Gerakan-gerakan khusus penjaga gawang

Keterampilan Permainan Bola

Kemampuan seorang pemain dalam memainkan bola akan sangat membantu penampilannya dalam bermain sepakbola. Oleh karena itu, setiap pemain harus mempelajari unsur-unsur teknik dengan bola secara seksama. Unsur-unsur teknik dengan bola menurut (Luxbacher, 1997: 213) adalah:
  1. Keterampilan mengoper bola.
  2. Keterampilan menerima bola.
  3. Keterampilan menggiring dan melindungi bola.
  4. Keterampilan mentakle bola.
  5. Keterampilan heading.
  6. Keterampilan menembak.
  7. Keterampilan menyundul bola.
  8. Keterampilan menjaga gawang.
Unsur teknik tanpa bola dan unsur teknik dengan bola pada prinsipnya memiliki keterkaitan yang erat dalam pelaksanaan bermain sepakbola. Kedua teknik tersebut saling mendukung dan saling berhubungan. Kedua teknik dasar tersebut harus mampu diperagakan atau dikombinasikan di dalam permainan menurut kebutuhannya. Kualitas dan kemampuan teknik yang baik akan mendukung penampilan seorang pemain dan kerjasama tim. Semakin baik penguasaan teknik yang dimiliki memberi peluang untuk memenangkan pertandingan.

Daftar Pustaka

  • Abdoellah Arma. 1981. Olahraga untuk Perguruan Tinggi. Jakarta. PT. Sastra Husada.
  • Luxbacher A.Joseph 1997. Sepakbola  Langkah-Langkah Menuju Sukses. Alih Bahasa . Agusta Wibawa. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
  • Muchtar Remmy. 1992. Olahraga Pilihan Sepakbola. Jakarta: Depdikbud. Dirjendikti. Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
  • Soekatamsi. 1988. Teknik Dasar Bermain Sepakbola. Surakarta: Tiga Serangkai.

Jasa pembuatan makalah

jasa pemmbuatan makalah, selain membantu membimbing skripsi dan membimbing tesis javatesis juga memiliki layanan dibidang jasa pembuatan makalah untuk anda yang sedang kesulitan dalam pembuatan Makalah dan tugas akhir,

jasa pembuatan skripsi PTK

Jasa pembuatan tesis penelitian tindakan kelas : jasa pembuatan pendidikan guru sekolah dasar
Jasa pembuata tesis PTK merupakan salah satu jasa yang dibantu di javatesis, javatesis juga membantu jasa pembuatan PTK di jakarta, Jasa pembuatan PTk di sumatera, Jasa pembuatan PTK di palembang, Jasa pembuatan PTK di Sumatera selatan, Jasa pembuatan PTK di Yogyakarta, Jasa pembuatan PTK di medan, Jasa pembuatan PTK di sumatera utara, , Jasa pembuatan PTK di kalimantan selatan, Jasa pembuatan PTK di kalimantan barat, Jasa pembuatan PTK di kalimantan selatan, Jasa pembuatan PTK di sulawesi selatan, Jasa pembuatan PTK di sulawesi utara, Jasa pembuatan PTK di sulawesi barat, Jasa pembuatan PTK di manado, Jasa pembuatan PTK di surabaya, Jasa pembuatan PTK di yogyakarta, Jasa pembuatan PTK di semarang, Jasa pembuatan PTK di solo, Jasa pembuatan PTK di bali, Jasa pembuatan PTK di papua, Jasa pembuatan PTK di jayapura, Jasa pembuatan PTK di palembang, Jasa pembuatan PTK di kalimantan. Ini hanya sebagian kecil kota kota atau provinsi yang kita bantu, hampir di seluruh indonesia dapat kita bantu, untuk kantor sendiri kita berada di Yogyakarta,
Untuk anda yang membutuhkan jasa kami anda bisa menghubungi kontak kami cs kami ,
Tidak hanya jurusan PTK saja ,Ada pun program program yang dapat kami bantu antara lain, Jasa pembuatan pendidikan, jasa pembuatan manajemen, jasa pembuatan tesis manajemen, jasa pembuatan tesis perpajakan, jasa pembuatan akuntansi, jasa pembuatan tesis ilmu sosial, jasa pembuatan tesis ilmu bahasa, jasa pembuatan tesis hukum, jasa pembuatan tesis sosiologi, jasa pembuatan tesis psikologi, jasa pembuatan tesis pendidikan guru,

jasa pembuatan tesis PTK

Jasa pembuatan tesis penelitian tindakan kelas : jasa pembuatan pendidikan guru sekolah dasar
Jasa pembuata tesis PTK merupakan salah satu jasa yang dibantu di javatesis, javatesis juga membantu jasa pembuatan PTK di jakarta, Jasa pembuatan PTk di sumatera, Jasa pembuatan PTK di palembang, Jasa pembuatan PTK di Sumatera selatan, Jasa pembuatan PTK di Yogyakarta, Jasa pembuatan PTK di medan, Jasa pembuatan PTK di sumatera utara, , Jasa pembuatan PTK di kalimantan selatan, Jasa pembuatan PTK di kalimantan barat, Jasa pembuatan PTK di kalimantan selatan, Jasa pembuatan PTK di sulawesi selatan, Jasa pembuatan PTK di sulawesi utara, Jasa pembuatan PTK di sulawesi barat, Jasa pembuatan PTK di manado, Jasa pembuatan PTK di surabaya, Jasa pembuatan PTK di yogyakarta, Jasa pembuatan PTK di semarang, Jasa pembuatan PTK di solo, Jasa pembuatan PTK di bali, Jasa pembuatan PTK di papua, Jasa pembuatan PTK di jayapura, Jasa pembuatan PTK di palembang, Jasa pembuatan PTK di kalimantan. Ini hanya sebagian kecil kota kota atau provinsi yang kita bantu, hampir di seluruh indonesia dapat kita bantu, untuk kantor sendiri kita berada di Yogyakarta,
Untuk anda yang membutuhkan jasa kami anda bisa menghubungi kontak kami cs kami ,
Tidak hanya jurusan PTK saja ,Ada pun program program yang dapat kami bantu antara lain, Jasa pembuatan pendidikan, jasa pembuatan manajemen, jasa pembuatan tesis manajemen, jasa pembuatan tesis perpajakan, jasa pembuatan akuntansi, jasa pembuatan tesis ilmu sosial, jasa pembuatan tesis ilmu bahasa, jasa pembuatan tesis hukum, jasa pembuatan tesis sosiologi, jasa pembuatan tesis psikologi, jasa pembuatan tesis pendidikan guru,
Info lebih lanjut dapat hub via email atau sms/ telephone cs kami : cs kami
    
 

jasa pembuatan skripsi dan tesis manajemen

Jasa pembuatan tesis manajemen : Javatesis adalah salah stu dari banyak jasa pembuatan tesis yang ada di indonesia, beralamatkan kantor di yogyakarta, kami membuka cabang layanan sampai atau hingga ke seluruh indonesia banyak mahsiswa mulai dari universitas baik negeri maupun swasta yang ada di indonesia rata rata kami pernah membantu mengerjakan karya ilmiah mereka, Adapun bidang atau jurusan jurusan yang dapat kami bantu : antara lain Pembuatan tesis manajemen, pembuatan tesis pendidikan, tesis ilmu sosial, pembuatan tesis ilmu bahasa, pembuatan skripsi ptk pembuatan pgsd, pembuatan tesis akuntansi, pembuatan tesis kedokteran.
Ada banyak jasa pembuatan skripsi yang serupa yang menawarkan keahlian mereka dalam membimbing dan membantu mengerjakan membuatkan kerya ilmiah baik skripsi maupun tesis, Di javatesis sendiri kita memiliki komitmen untuk menjaga kualitas pengerjaan dan tidak berdasarkan kecepatan saja, namun kualitas yang tetap kita jaga sejak kita membuka layanan bimbingan skripsi dan tesis.
Info lebih lanjut mengenai jasa pembuatan tesis kami anda bisa menghubungi cs kami, untuk seputar biaya pembuatan dan bimbingan bisa anda tanyakan langsung atau melihat pada kolom samping website kami www.javatesis.com
    
 

Jasa tesis manajemen di Yogyakarta

Jasa pembuataan skripsi manajemen : Javatesis membuka layanan bimbingan , konsultasi dan jasa pembuatan tesis untuk jurusan menajemen, untuk anda yang sedang mengalami kesulitan dalam pembuatan karya ilmiah baik skripsi ataupun tesis dengan jurusan manjemen kami siap membantu anda, untuk estimasi biaya anda bisa cek dibagian atau page ( Jasa pembuatan skrippsi) dan untuk estimasi biaya pembuatan, konsultasi dan bimbingan tesis (Jasa pembuatan tesis).
Berpengalaman sejak beberapa tahun yang lalu membawa kami ( Javatesis ) fokus dibidang pelayanan, bimbingan dan jasa pembuatan skripsi dan tesis, dengan sumber daya Referensi” yang ada saat ini baik perpustakaan pribadi maupun perpustakaan Online yang kami miliki,
Dengan susunan database baik Refrensi buku maupun jurnal jurnal Nasional dan internasional kami siap melayani anda dari awal sampai dengan akhir, mahasiswa dinyatakan bebas revisi ( Lulus )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar