PTS ( Peningkatan Kreatifitas Guru Melalui Supervisi Berkelanjutan)
jasa pembuatan rpp SD SMP SMA
Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
BABI
PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional bahwa pendidikan adalah usahasadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaranagar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, Bangsa dan Negara.
Dalam pelaksanaan fungsi dantugasnya, guru sebagai profesi menyandang persyaratan tertentu sebagaimanatertuang di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pasal 39 (1) dan (2) dinyatakan bahwa:
Tenaga kependidikan bertugasmelaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayananteknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.
Pendidik merupakan tenaga profesionalyang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasilpembelajaran, melakukanpembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
Untuk dapat melaksanakan tugas dantanggung jawab diatas, seorang guru dituntut memiliki beberapa kemampuan dan ketrampilantertentu. Kemampuan dan ketrampilan tersebut sebagai bagian dari kompetensi profesionalismeguru. Kompetensi merupakan suatu kemampuan yang mutlak dimiliki oleh guru agar tugasnya sebagai pendidik dapatterlaksana dengan baik. Tugas guru erat kaitannya dengan peningkatan sumber dayamanusia melaluisektor pendidikan, oleh karena itu perlu upaya-upaya untuk meningkatkan mutu guru untuk menjadi tenagaprofesional. Agar peningkatan mutu pendidikan dapat berhasil. Sebagaimanadikemukakan oleh Tilaar (1999:104) peningkatan kualitas pendidikan tergantungbanyak hal, terutama mutu gurunya.
Untukmenjadikan guru sebagai tenaga professional maka perlu diadakan pembinaan secara terus menerus danberkesinambungan, dan menjadikan guru sebagai tenaga kerja perlu diperhatikan, dihargai dan diakuikeprofesionalannya. Untukmembuat mereka menjadi professional tidak semata-mata hanya meningkatkan kompetensinya baikmelalui pemberian penataran, pelatihan maupun memperoleh kesempatan untuk belajar lagi namun perlu juga memperhatikan guru dari segi yanglain seperti peningkatan disiplin, pemberian motivasi, pemberian bimbingan melalui supervisi,pemberian insentif, gaji yang layakdengan keprofesionalnya sehingga memungkinkan guru menjadi puas dalam bekerja sebagai pendidik.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan syarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salahsatu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan.
Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasilpendidikan yang dicapai oleh peserta didik setelah diselenggarakannya kegiatanpendidikan. Seluruh kegiatan pendidikan, yakni bimbingan pengajaran dan latihandiarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam konteks ini, tujuanpendidikan merupakan komponen sistem pendidikan yang menempati kedudukan dan fungsisentral (Hamalik,2003:3).Dengan demikian hasil belajar sangatlah penting untuk mengetahui apakah tujuan pendidikansudah tercapai secara optimal
Tujuan pendidikan disusun secara bertingkat, mulaidari tujuan pendidikan yang sangatluas dan umum sampai ke tujuan pendidikan yang spesifik dan operasional, yaitu (1) Tujuan Pendidikan Nasional,(2) Tujuan Institusional, (3) TujuanKurikulum, (4) Tujuan Pembelajaran.
Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkankemampuan dan membentukwatak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwakepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakmulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Intinya, pendidikan merupakaninvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang inginmaju.
Pendidikanmerupakan investasi dalam pengembangan sumberdaya manusia dan dipandang sebagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang inginmaju. Komponen-komponen sistem pendidikan yang mencakup sumber daya manusiadapat digolongkan menjadi dua yaitu: tenaga kependidikan guru dan nonguru . Menurut Undang-Undang Nomor 2tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan, ”komponen-komponensistem pendidikan yang bersifat sumber daya manusia dapat digolongkan menjaditenaga pendidik dan pengelola satuan pendidikan ( penilik, pengawas, penelitidan pengembang pendidikan ).” Tenaga gurulah yang mendapatkan perhatian lebihbanyak di antara komponen-komponen sistem pendidikan. Besarnya perhatianterhadap guru antara lain dapat dilihat dari banyaknya kebijakan khusus sepertikenaikan tunjangan fungsional guru dan sertifikasi guru.
Sekolah dasar merupakan salah satu lembaga formalyang berfungsi untuk membantu orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Sekolah memberikan pengetahuan,keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan apayang mereka butuhkan. Semua fungsi sekolah tersebut tidak akan efektif apabilakomponen dari sistem sekolah tidak berjalan dengan baik, karena kelemahan darisalah satu komponen akan berpengaruh pada komponen yang lain yang padaakhirnya akan berpengaruh juga pada jalannya sistem itu sendiri. Salah satu daribagian komponen sekolah adalah guru.
Guru merupakan level terakhir sebagai ujung tombakdari pendidikan, yaitupada proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru di kelas. Hal ini berarti bahwa guru sebagaifasilitator yang mengelola proses pembelajaran di kelas mempunyai andil dalam menentukan kualitas pendidikan. Konsekuensinya adalah guru harus mempersiapkan (merencanakan) segala sesuatuagar proses pembelajaran di kelas berjalan dengan efektif.
Guru harus mampu berperan sebagai desainer (perencana), implementor(pelaksana), dan evaluator (penilai) kegiatan pembelajaran. Guru merupakanfaktor yang paling dominan karena di tangan gurulah keberhasilan pembelajarandapat dicapai. Kualitas mengajar guru secara langsung maupun tidak langsungdapat mempengaruhi kualitas pembelajaran pada umumnya. Seorang guru dikatakanprofesional apabila (1) seriusmelaksanakan tugas profesinya, (2) bangga dengan tugas profesinya, ( 3) selalu menjaga dan berupayameningkatkan kompetensinya, (4) bekerja dengan sungguh tanpa harus diawasi, (5) menjaga nama baik profesinya, (6) bersyukur atas imbalan yangdiperoleh dari profesinya.
Pengembangan standar kompetensi guru diarahkan padapeningkatan kualitasguru dan pola pembinaan guru yang terstruktur dan sistematis. Guru merupakan faktor yang paling dominankarena di tangan gurulah keberhasilan pembelajaran dapat dicapai. Untuk itukualitas mengajar guru secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kualitaspembelajaran pada umumnya.
Menurut Cece Wijaya (1991:189), salah satu masalahyang dihadapi dunia pendidikan adalahmenumbuhkan kreativitas guru. Kreativitas gurudalam proses belajar mengajar mempunyai peranan penting dalam peningkatan mutu hasil belajar siswanya.Kreativitas diartikan sebagai kemampuanuntuk menciptakan suatu produk baru, baik yang benar-benar baru sama sekali maupun yang merupakan modifikasi atauperubahan dengan mengembangkanhal-hal yang sudah ada. Bila hal ini dikaitkan dengan kreativitas guru, guru yang bersangkutan mungkin menciptakan suatu strategi mengajar yang benar-benar baru dan orisinil (asliciptaan sendiri), atau dapat saja merupakan modifikasi dari berbagai strategiyang ada sehingga menghasilkan bentuk baru.
Dalam menghadapi tantangan, SDN Cigugur Girang 1 Kab. Bandung Barat berusaha meningkatkan kualitas lulusannya melalui peningkatankreativitas Guru. Di SDN Cigugur Girang 1 Kab. Bandung Barat meiliki 172 siswadengan 8 guru pengajar dimana 6 guru merupakan guru kelas dan 2 orang merupakanguru mata pelajaran yaitu guru agama dan guru olahraga. Berdasarkan survey pendahuluan di SDN Cigugur Girang 1 Kab. BandungBarat diketahui bahwa guru di SDNCigugur Girang 1 Kab. Bandung Barat masih mengunakan cara konfensional dalammengajar sehingga diperlukan bimbingan agar guru dapat lebih kreatif dalammengajar.
Kenyataan ini mendorong keinginan penulis untukmengungkapkan lebih lanjut tentang Peningkatan Kreatifitas Guru dalam mengajar melaluibimbingan berkelanjutan di SDN Cigugur Girang 1 Kab. Bandung Barat.
B. IdentifikasiMasalah
Berdasarkan latar belakang di atas, makamasalah-masalah yang muncul dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Guru termotivasiuntuk mencoba hal-hal baru dalam cara mengajar
2. Sebagian besar guru belum bisa membuat cara baru dalam proses mengajar.
3. Sebagian besar guru masih menggunakan cara konfensionaldalam mengajar
4. Guru banyak yang mengadopsi cara mengajar orang lain.
C. Pebatasan Masalah
Dari empat masalah yang diidentifikasikan di atas, masalahnya dibatasi menjadi :
1. Guru belum dapat menciptakan metodemengajar yang baru .
2. Cara mengajar guru masih konfensional.
D. PerumusanMasalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi, danpembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah yang peneliti ajukan adalah “Apakahdengan bimbingan berkelanjutan akan dapat meningkatkan kreatifitas guru dalamengajar?”
E. TujuanPenelitian
Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini bertujuanuntuk meningkatkan kreatifitas guru dalam mengajarmelalui bimbinganberkelanjutan di SDN Cigugur Giarang 1 Kab. Bandung Barat.
F. Manfaat Penelitian
Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini diharapkandapat memberikan manfaatPenelitian bagi :
1. Manfaat bagi peneliti
Meningkatkan kemampuan profesionalisme peneliti untuk melakukan penelitian tindakan sekolah sesuai dengan permasalahan yang dihadapi di sekolah binaan peneliti.Meningkatkan kemampuan peneliti dalam menyusun serta menulis laporan dan artikel ilmiah.Sebagai motivasi bagi peneliti dalam membuat karya tulis ilmiah.Dengan adanya pengalaman menulis, dapat memberikan bimbingan kepada teman-teman kepala sekolah dan guru yang akan menulis.Hasil penelitian ini digunakan peneliti sebagai evaluasi terhadap guru dalam mngajar yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan pembinaan kepada guru.2. Manfaat bagisekolah
Akan berdampak adanya peningkatan administrasi guru pada KBM yang lebih lengkap.Dapat meningkatkan kualitas pendidikan 3.Manfaat bagi guru :
Dapat meningkatkan kreatifitas gru dalam mengajar serta menciptakan kesadaran guru tentang tanggung jawabnya terhadap pelaksanaan tugasnya.4. Manfaat bagi siswa :
· adanya rasa ketertarikan siswa dalam mengikuti pelajaran
· semangaat belajar tinggi terhadap pelajaran.
· Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga tercapai targetkompetensinya.
G. SistematikaPenulisan
Sistematika pembahasan pada penelitian ini adalah :
· BABI PENDAHULUAN
Pendahuluan terdiri dari latarbelakang masalah, identifikasi dan perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penelitian
· BABII LANDASAN TEORI PENELITIAN
Terdiri atas landasan teori,kerangka berfikir penelitian dan hipotesis penelitian.
· BABIII METODE PENELITIAN
Terdiri atas populasi penelitian,sampel penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.
· BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini mengemukakan tentang hasilpenelitian dan pembahasanhasil penelitian.
· BABV PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan dan saran.
BABII
KAJIANPUSTAKA
A. Pengertian Guru
Secara etimologi (asal usul kata), istilah ”Guru”berasal dari bahasa India yang artinya ” orang yang mengajarkan tentang kelepasandari sengsara” Shambuan, Republika, (dalam Suparlan 2005:11). Kemudaian Tagore (dalam Suparlan , 2005:11) menggunakanistilah Shanti Niketan atau rumah damai untuk tempat para guru mengamalkan tugasmulianya membangun spiritualitas anakanak bangsa di India (spiritual intelligence).
Pengertian guru kemudian menjadi semakin luas,tidak hanya terbatas dalam kegiatan keilmuan yang bersifat kecerdasan spiritual (spiritualintelligence) dan kecerdasan intelektual (intellectual intelligence), tetapi jugamenyangkut kecerdasankinestetik jasmaniah (bodily kinesthetic), seperti guru tari, guru olah raga, guru senam dan guru musik.Dengan demikian, guru dapat diartikan sebagai orang yang tugasnya terkait denganupaya mencerdaskan kehidupan bangsa dalam semua aspeknya, baik spiritual danemosional, intelektual, fisikal, maupun aspek lainnya.
Poerwadarminta (dalam Suparlan 2005:13) menyatakan,“guru adalah orangyang kerjanya mengajar.” Dengan definisi ini, guru disamakan dengan pengajar. Pengertian guru ini hanyamenyebutkan satu sisi yaitu sebagai pengajar, tidak termasuk pengertian gurusebagai pendidik dan pelatih. Selanjutnya Zakiyah Daradjat (dalam Suparlan2005:13) menyatakan,” guru adalah pendidik profesional karena guru telahmenerima dan memikul beban dari orang tua untuk ikut mendidik anak-anak.”
UU Guru dan Dosen Republik Indonesia No.14 Tahun2005 ”Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikanformal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”.
Selanjutnya UU No.20 Tahun 2003 pasal 39 ayat 2tentang sistem pendidikannasional menyatakan, ”pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan danmelaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingandan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagipendidik pada perguruantinggi.”
PP No.19 Tahun 2005 tentang Standar NasionalPendidikan menyatakan, ”pendidik (guru) harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensisebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuanuntuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.”
Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkanbahwa guru adalah tenaga pendidik yang profesional dengan tugas utama mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik, danbertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran.
B. Tinjauan Kreativitas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar
1. PengertianKreativitas
Pengertian kreativitas sudah banyak dikemukakan olehpara ahli berdasarkan pandangan yang berbeda-beda, seperti yang dikemukakan oleh Utami Munandar(1992: 47) menjelaskan pengertian kreativitas dengan mengemukakan beberapa perumusan yang merupakan kesimpulanpara ahli mengenai kreativitas. Pertama, kreativitas adalah kemampuan untuk membuatkombinasi baru berdasarkan data, informasi, atau unsur-unsur yang ada. Kedua,kreativitas (berpikir kreatif atau berpikir divergen) adalah kemampuanberdasarkan data atauinformasi yang tersedia, menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimanapenekanaannya adalah pada kuantitas, ketepatgunaan, dan keragaman jawaban (UtamiMunandar, 1992: 48). Ketiga secaraoperasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas),dan orisinilitas dalam berpikir,serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, merinci) suatu gagasan.
Slameto (2003: 145) menjelaskan bahwa pengertiankreativitas berhubungan dengan penemuan sesuatu, mengenai hal yang menghasilkansesuatu yang baru dengan menggunakan sesuatu yang telah ada. Sesuatu yang baru itu mungkinberupa perbuatan atau tingkah laku, bangunan, dan lain-lain.
Menurut Moreno dalam Slameto (2003: 146) yangpenting dalam kreativitas itu bukanlah penemuan sesuatu yang belum pernah diketahuiorang sebelumnya, melainkan bahwa produk kreativitas itu merupakan sesuatu yang baru bagidiri sendiri dan tidak harus merupakan sesuatu yang baru bagi orang lain ataudunia pada umumnya, misalnya seorang guru menciptakan metode mengajar dengan diskusi yang belum pernah ia pakai.
Menurut Cece Wijaya dan Tabrani Rusyan (1991:189),kreativitas biasanya diartikan sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produkbaru, baik yang benar-benarbaru sama sekali maupun yang merupakan modifikasi atau perubahan dengan mengembangkanhal-hal yang sudah ada. Bila konsep ini dikaitkan dengan kreativitas guru, guru yang bersangkutanmungkin menciptakansuatu strategi mengajar yang benar-benar baru dan orisinil (asli ciptaan sendiri), atau dapat sajamerupakan modifikasi dari berbagai strategi yang ada sehingga menghasilkanbentuk baru. Guru adalah tenaga pendidik yang memberikan sejumlah pengetahuan kepada anakdidik di sekolah (Djamarah,1995: 126).
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian kreativitas guru adalah kemampuan seseorang untukmelahirkan sesuatu yang baru maupunmengembangkan hal-hal yang sudah ada untuk memberikan sejumlah pengetahuan kepada anak didik disekolah.
2. Ciri-ciriKreativitas
Untuk disebut sebagai seorang yang kreatif, makaperlu diketahui tentang ciri-ciri atau karakteristik orang yang kreatif. Berikutini dikemukakan beberapa pendapat orang ahli tentang ciri-ciri orang yang kreatif.
Menurut Utami Munandar dalam Reni Akbar Hawadi dkk.(2001:5-10) menjabarkanciri-ciri kemampuan berpikir kreatif sebagai berikut:
a. Ciri-ciri kemampuan berpikirkreatif (Aptitude)
1). Keterampilan berpikir lancar yaitu (a) mencetuskan banyakgagasan, jawaban, penyelesaian masalah atau pertanyaan, (b) memberikan banyak cara atau saran untuk melakukanberbagai hal, (c) selalu memikirkan lebih dari satu jawaban.
2). Keterampilan berpikir luwes (Fleksibel) yaitu (a)menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi, (b) dapat melihat suatu masalahdari sudut pandang yang berbeda-beda, (c) mencari banyak alternatif atau arah yang berbeda-beda, (d) mampumengubah cara pendekatan atau cara pemikiran.
3) Keterampilanberpikir rasional yaitu (a) mampu melahirkan ungkapan yang baru danunik, (b) memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri, (c) mampu membuat kombinasi-kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.
4) Keterampilanmemperinci atau mengelaborasi yaitu
(a) mampu memperkayadan mengembangkan suatu gagasan atau produk,
(b) menambahkanatau memperinci detil-detil dari suatu objek, gagasan atau situasisehingga lebih menarik.
5) Keterampilanmenilai (mengevaluasi) yaitu
(a)menentukan patokan penilaian sendiri dan menentukan apakah suatupertanyaan benar, suatu rencana sehat, atau suatu tindakan bijaksana,
(b) mampumengambil keputusan terhadap situasi yang terbuka,
(c) tidakhanya mencetuskan gagasan, tetapi juga melaksanakannya.
b. Ciri-ciriAfektif (Non-aptitude)
1) Rasa ingin tahu yaitu
(a) Selaluterdorong untuk mengetahui lebih banyak,
(b) Mengajukan banyak pertanyaan,
(c) Selalu memperhatikan orang, objek dan situasi,
(d) Pekadalam pengamatan dan ingin mengetahui/meneliti.
2) Bersifat imajinatif yaitu
(a) Mampu memperagakan ataumembayangkan hal-hal yang belum pernah terjadi,
(b) Menggunakan khayalan dan kenyataan.
3) Merasa tertantang oleh kemajuan yaitu
(a) terdorong untuk mengatasi masalah yang sulit,
(b) merasa tertantang oleh situasi-situasi yang rumit,
(c) lebihtertarik pada tugas-tugas yang sulit.
4) Sifat berani mengambil resiko yaitu
(a) beranimemberikan jawaban meskipun belum tentu benar,
(b) tidak takut gagal atau mendapat kritik,
(c) tidak menjadi ragu-ragu karena ketidakjelasan, hal-halyang tidak konvensional, atau yang kurang berstruktur.
5)Sifat menghargai yaitu
(a)dapat menghargai bimbingan dan pengarahan dalam hidup,
(b)menghargai kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang sedang berkembang.
Sedangkan menurut pendapat Sund dalam Slameto(2003:147-148) menyatakanbahwa individu dengan potensi kreatif dapat dikenal melalui pengamatan ciri-ciri sebagai berikut:
Hasrat keingintahuan yang cukup besar;Besikap terbuka terhadap pengalaman baru;Panjang akal;Keinginan untuk menemukan dan meneliti;Cenderung lebih menyukai tugas yang berat dan sulit;Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan;Memiliki dedikasi bergairah serta aktif dalam melaksanakan tugas;Berpikir fleksibel;Menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung memberi jawaban lebih banyak;Kemampuan membuat analisis dan sitesis;Memiliki semangat bertanya serta meneliti;Memiliki daya abstraksi yang cukup baik;Memililki latar belakang membaca yang cukup luas.Menurut Sidneu Parnes, Ruth Noller, M.O. Edwardsdalam Reni Akbar Hawadi dkk. (2001:42) mengemukakan tentang teknik pemecahanmasalah secara kreatif melalui 5 (lima) tahap yaitu : pertama, menemukan fakta (factfinding) dalam tahapan ini diajukan pertanyaan-pertanyaanfaktual, yang menanyakantentang apa yang terjadi dan yang ada sekarang atau di masa lalu. Pertanyaan-pertanyaan tersebutdikelompokkan kedalam dua fase, yaitu fase divergen dimana pertanyaan-pertanyaan ditulisberdasarkan apa yang muncul dari pikiran kita dengan tidak mempersoalkan apakahpertanyaan tersebut bisa memperoleh data yang relevan atau tidak. Fase konvergen,dimana pertanyaanpertanyaan faktual diseleksi mana yang penting dan relevan danselanjutnya dicarijawaban yang paling tepat. Kedua, menemukan masalah (problem finding) dalam tahap ini diajukan banyakkemungkinan pertanyaan kreatif. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diangkat dalam penemuanfakta. Ketiga, menemukangagasan (idea finding) dalam tahap ini diinginkan untuk diperoleh alternatif jawaban sebanyak mungkinuntuk pemecahan masalah yang telah ditentukan dalam tahap sebelumnya yaitu mengumpulkanalternatif jawaban sebanyak-banyaknya dan menyeleksi jawaban atau gagasan yang paling relevandan tepat untuk memecahkan masalah.Keempat, menemukan jawaban (solution finding) dalam tahap ini disusun kriteria,tolok ukur, atau persyaratan untuk menentukan jawaban. Melalui pemikiran divergen,tolok ukur disusun berdasarkan antisipasi terhadap semua kemungkinan yang bakal terjadi baikyang bersifat positif maupun negatifsekiranya salah satu gagasan dipakai dalam pemecahan masalah. Sedangkanberpikir konvergen, alternatif jawaban yang ditemukan berdasarkan tolak ukuryang telah disusun diseleksi mana yang lebih tepat dan relevan atau berisikopaling rendah apabila diangkat sebagai jawaban yang akan dipakai untuk memecahkanmasalah.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orang yangkreatif mempunyai suatu motivasi yang tinggi dalam mengenal masalah-masalah yang bernilai. Mereka dapat memusatkan perhatiannyapada suatu masalah secara alamiah dan mengkaitkannya baik secara sadar atau tidak, untukmemecahkannya. Ia menerima ide yang baru, yang muncul dari dirinya sendiri atau yang dikemukakan oleh orang lain. Kemudiania mengkombinasikan pikirannya yang matang dengan intuisinya secara selektif, sebagai dasarpemecahan yang baik. Ia secara energik menterjemahkan idenya melalui tindakan danmengakibatkan hasil pemecahan masalah yang sangat berguna.
Ciri-ciri perilaku yang ditemukan pada orang-orang yang memberikan sumbangan kreatif yang menonjol terhadapmasyarakat dikemukakan oleh Munandar (1999: 36) sebagai berikut:
(1)Berani dalam pendirian/keyakinan;
(2) Ingin tahu;
(3) Mandiri dalam berpikir dan mempertimbangkan;
(4) Menyibukkandiri terus menerus dengan kerjanya;
(5) Intuitif;
(6) Ulet;
(7) Tidak bersedia menerima pendapat dan otoritas begitu saja.
Berbagai macam karakteristik diatas jarang sekalitampak pada seseorang secara keseluruhan, akan tetapi orang-orang yang kreatif akan lebihbanyak memiliki ciri-ciri tersebut. Dari berbagai karakteristik orang yangkreatif dapat disimpulkan bahwa guru yang kreatif cirinya adalah : punya rasa ingintahu yangdimanfaatkan semaksimal mungkin, mau bekerja keras, berani, kemampuan intelektualnya dimanfaatkansemaksimal mungkin, mandiri, dinamis, penuh inovasi/gagasan dan daya cipta, bersediamenerima informasi, menghubungkan ide dan pengalaman yang diperoleh dari berbagai sumber yangberbeda, cenderung menampilkanberbagai alternatif terhadap subyek tertentu.
3. Faktor-faktor yangmempengaruhi kreativitas
Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa kreativitas dapat ditumbuhkembangkan melalui suatu proses yangterdiri dari beberapa faktor yangdapat mempengaruhinya.
Menurut Cece Wijaya dan Tabrani Rusyan(1991:189-190) kreativitas secara umum dipengaruhi kemunculannya oleh adanya berbagaikemampuan yang dimiliki, sikap danminat yang positif dan tinggi terhadap bidang pekerjaan yang ditekuni, serta kecakapan melaksanakan tugas-tugas. Tumbuhnya kreativitas di kalangan guru dipengaruhi olehbeberapa hal, diantaranya:
· Iklim kerja yang memungkinkan para guru meningkatkanpengetahuan dan kecakapandalam melaksanakan tugas
· Kerjasama yang cukup baik antara berbagai personelpendidikan dalam memecahkanpermasalahan yang dihadapi
· Pemberian penghargaan dan dorongan semangat terhadapsetiap upaya yang bersifat positif bagi para guru untuk meningkatkan prestasi belajarsiswa.
· Perbedaan status yang tidak terlalu tajam di antarapersonel sekolah sehinggamemungkinkan terjalinnya hubungan manusiawi yang lebih harmonis.
· Pemberian kepercayaan kepada para guru untuk meningkatkandiri dan mempertunjukkankarya dan gagasan kreatifnya.
· Menimpakan kewenangan yang cukup besar kepada para gurudalam melaksanakantugas dan memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas
· Pemberian kesempatan kepada para guru untuk ambil bagiandalam merumuskankebijaksanaan-kebijaksanaan yang merupakan bagian dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yangberkaitan dengan kegiatan pendidikan di sekolah yang bersangkutan, khususnya yangberkaitan dengan peningkatanhasil belajar.
4. Kreativitas gurudalam proses belajar mengajar
Mengajar adalah suatu perbuatan yang kompleks,disebut kompleks karena dituntut dari guru kemampuan personil, profesional, dansosial kultural secara terpadu dalam proses belajar mengajar. Dikatakan kompleks karena dituntutdari guru tersebut integrasipenguasaan materi dan metode, teori dan praktek dalam interaksi siswa. Dikatakankompleks karena sekaligus mengandung unsur seni, ilmu, teknologi, pilihan nilaidan keterampilan dalam proses belajar mengajar.
Dalam proses belajar mengajar sesuai denganperkembangannya guru tidak hanya berperan untuk memberikan informasi terhadap siswa,tetapi lebih jauh guru dapat berperan sebagai perencana, pengatur dan pendorong siswa agar dapat belajar secara efektif danperan berikutnya adalah mengevaluasi dari keseluruhan proses belajar mengajar.Jadi dalam situasi dan kondisi bagaimanapun guru dalam mewujudkan proses belajar mengajartidak terlepas dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi karena guru yang baikharus mampuberperan sebagai planner, organisator, motivator dan evaluator.
Dari uraian diatas jelas bahwa dalam proses belajarmengajar diperlukan guru-guru yang profesional dan paling tidak memiliki tigakemampuan yaitu kemampuan membantu siswa belajar efektif sehingga mampu mencapai hasil yang optimal, kemampuan menjadipenghubung kebudayaan masyarakat yang aktif dan kreatif serta fungsional dan pada akhirnyaharus memiliki kemampuan menjadi pendorong pengembangan organisasi sekolah danprofesi. Dengan kemampuan ini diharapkan guru lebih kreatif dalam proses belajarmengajarnya.
Ada beberapa syarat untuk menjadi guru yang kreatifsebagaimana yang dikemukakan oleh munandar (1985:67) yaitu :
§ profesional, yaitu sudah berpengalaman mengajar, menguasaiberbagai teknik dan model belajar mengajar,bijaksana dan kreatif mencari berbagai cara, mempunyai kemampuan mengelolakegiatan belajar secara individual dankelompok, disamping secara klasikal, mengutamakan standar prestasiyang tinggi dalam setiap kesempatan, menguasaiberbagai teknik dan model penelitian.
· memiliki kepribadian, antara lain : bersikap terbukaterhadap hal-hal baru, peka terhadap perkembangan anak, mempunyai pertimbangan luas dan dalam, penuh perhatian, mempunyaisifat toleransi, mempunyai kreativitas yang tinggi, bersikap ingin tahu.
· menjalin hubungan sosial, antara lain : suka dan pandaibergaul dengan anak berbakat dengan segala keresahannya dan memahami anak tersebut, dapat menyesuaikan diri, mudah bergaul danmampu memahami dengan cepat tingkah laku orang lain.
Apabila syarat diatas terpenuhi maka sangatlahmungkin ia akan menjadi guru yang kreatif, sehingga mampu mendorong siswa belajarsecara aktif dalam proses belajar mengajar.
Menurut Budi Purwanto (2004:36-41) tahapan dalamkegiatan belajar mengajarpada dasarnya mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada kreativitas guru dalam prosesbelajar mengajar mencakup cara guru dalam merencanakan PBM, cara guru dalampelaksanaan PBM dan cara guru dalam mengadakan evaluasi.
1. Cara guru dalam merencanakan proses belajar mengajar
Seorang guru didalam merencanakan proses belajarmengajar diharapkan mampu berkreasi dalam hal:
Merumuskan tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional dengan baik dalam perencanaan proses belajar mengajar, perumusan tujuan pembelajaran merupakan unsur terpenting, sehingga perlu dituntut kreativitas guru dalam menentukan tujuan-tujuan yang dipandang memiliki tingkatan yang lebih tinggi. Dibidang kognitif siswa diharapkan mampu memahami secara analisa, sintesa, dan mampu mengadakan evaluasi tidak hanya sekedar ingatan atau pemahaman saja. Disamping itu diharapkan dapat mengembangkan berpikir kritis yang akhirnya digunakan untuk mengembangkan kreativitas.Memilih buku pendamping bagi siswa selain buku paket yang ada yang benar-benar berkualitas dalam menunjang materi pelajaran sesuai kurikulum yang berlaku. Untuk menentukan buku-buku pendamping diluar buku paket yang diperuntukkan siswa menuntut kreativitas tersendiri yang tidak sekedar berorientasi kepada banyaknya buku yang harus dimiliki siswa, melainkan buku yang digunakan benarbenar mempunyai bobot materi yang menunjang pencapaian kurikulum bahkan mampu mengembangkan wawasan bagi siswa dimasa datang.Memilih metode mengajar yang baik yang selalu menyesuaikan dengan materi pelajaran maupun kondisi siswa yang ada. Metode yang digunakan guru dalam mengajar akan berpengaruh terhadap lancarnya proses belajar mengajar, dan menentukan tercapainya tujuan denganbaik. Untuk itu diusahakan dalam memilih metode yang menuntut kreativitas pengembangan nalar siswa dan membangkitkan semangat siswa dalam belajar. Suatu misal penggunaan metode diskusi akan lebih efektif dibanding dengan menggunakan metode ceramah, karena siswa akan dituntut lebih aktif dalam pelaksanaan proses belajar mengajar nantinya.· Menciptakan media atau alat peraga yang sesuai dan menarikminat siswa.Penggunaan alat peraga atau media pendidikan akan memperlancar tercapainya tujuan pembelajaran. Gurudiusahakan untuk selalu kreatif dalammenciptakan media pembelajaran sehingga akan lebih menarik perhatian siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar.Penggunaan media/alat peraga yang menarik akan membangkitkan motivasi belajar siswa. Diusahakan seorang guru mampu menciptakan alat peraga sendiri yang lebihmenarik dibandingkan dengan alatperaga yang dibeli dari toko walaupun bentuknyalebih sederhana.
2. Cara guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar
Unsur-unsur yang ada dalam pelaksanaan prosesbelajar mengajar adalah bagaimana seorang guru dituntut kreasinya dalam mengadakanpersepsi. Persepsi yang baik akan membawa siswa memasuki materi pokok atau intipembelajaran dengan lancar dan jelas. Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, bahasan yang akandiajarkan dibahas denganbermacam-macam metode dan teknik mengajar. Guru yangkreatif akan memprioritaskanmetode dan teknik yang mendukung berkembangnya kreativitas. Dalam hal ini pula,keterampilan bertanya sangat memegang peranan penting. Guru yang kreatif akan mengutamakan pertanyaan divergen, pertanyaan ini akan membawa para siswadalam suasana belajar aktif. Dalamhal ini guru harus memperhatikan cara-cara mengajarkan kreativitas seperti tidak langsung memberikanpenilaian terhadap jawaban siswa. Jadi guru melakukan teknik ”brainstorming”.Diskusi dalam belajar kecil memegang peranandidalam mengembangkan sikap kerjasamadan kemampuan menganalisa jawaban-jawaban siswa setelah dikelompokkan dapat merupakan beberapa hipotesaterhadap masalah. Selanjutnya guru boleh menggugah inisiatif siswa untukmelakukan eksperimen. Dalam hal ini ide-idedari para siswa tetap dihargai meskipun idenya itu tidak tepat. Yang penting setiap anak diberi keberanianuntuk mengemukakan pendapatnya,termasuk didalam hal ini daya imajinasinya.Seandainya tidak ada satupun cara yang sesuai atau memadai yang dikemukakan oleh para siswa, maka guruboleh membimbing cara-caramelaksanakan eksperimennya. Tentu saja guru tersebut harus menguasai seluruh langkah-langkah pelaksanannya. Dianjurkan supaya guru mengutamakan metodepenemuan. Pendayagunaan alat-alatsederhana atau barang bekas dalam kegiatan belajar. Mengajar sangat dianjurkan, guru yang kreatif akanmelakukannya, ia dapat memodivikasi ataumenciptakan alat sederhana untukkeperluan belajar mengajar, sehingga pada prinsipnya guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dituntutkreativitasnya dalam mengadakanapersepsi, penggunaan teknik dan metode pembelajaran sampai pada pemberian teknik bertanya kepadasiswa, agar pelaksanaan prosesbelajar mengajar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3.Cara guru dalam mengadakan evaluasi
Proses belajar mengajar senantiasa disertai olehpelaksanaan evaluasi. Namun demikian, didalam kegiatan belajar mengajar seorang guru yang kreatif tidak akan cepat memberipenilaian terhadap ide-ide atau pertanyaandan jawaban anak didiknya meskipun kelihatan aneh atau tidak biasa. Hal ini sangat penting di dalam pelaksanaan diskusi. Kalaudikatakan bahwa untuk mengembangkankreativitas, maka salah satu caranyaadalah dengan menggunakan keterampilan proses dalam arti pengembangan dan penguasaan konsep melaluibagaimana belajar konsep, maka dengansendirinya evaluasi harus ditujukan kepada keterampilan proses yang dicapai siswa disamping evaluasi kemampuan penguasaan materi pelajaran. Adapun kecenderunganmelakukan penilaian hanyamenggunakan tes pilihan berganda, ataupun pertanyaan yang hanya menuntut satu jawaban benar, merupakantantangan atau hambatan bagipengembangan, sehingga perlu kiranya diperlukan penilaian seperti yang dikembangkan dalam pelaksanaan kurikulumberbasis kompetensi yaitu penilaian denganportofolio, dimana mencakup penilaiandari segi kognitif, penilaian yang menyangkut perilaku siswa (afektif), dan penilaian yang menyangkutketerampilan motorik siswa (psikomotorik),sehingga guru mempunyai perangkat penilaian yang lengkap dari masing-masing siswa yang nantinya akan berbarengan dalam penentuan akhir dari keberhasilan siswatersebut.
C. BimbinganBerkelanjutan
Frank Parson. 1951 (dalam RM Fatihah http://eko13.wordpress.com)menyatakan, “bimbingan sebagaibantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diridan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya.”
Bimbingan merupakan bantuan yangdiberikan kepada individu dari seorang yang ahli, namun tidak sesederhana ituuntuk memahami pengertian dari bimbingan. Pengertian tetang bimbingan formaltelah diusahakan orang setidaknya sejak awal abad ke-20, yang diprakarsai olehFrank Parson pada tahun 1908. Sejak itu muncul rumusan tetang bimbingan sesuaidengan perkembangan pelayanan bimbingan, sebagai suatu pekerjaan yang khas yangditekuni oleh para peminat dan ahlinya. Pengertian bimbingan yang dikemukakanoleh para ahli memberikan pengertian yang saling melengkapi satu sama lain Frank Parson merumuskanpengertian bimbingan dalam beberapa aspek yakni bimbingan diberikan kepadaindividu untuk memasuki suatu jabatan dan mencapai kemajuan dalam jabatan.Pengertian ini masih sangat spesifik yang berorientasi karir.
Chiskon 1959 (dalam RM Fatihah http://eko13.wordpress.com ) menyatakan, “bimbingan membantuindividu untuk lebihmengenal berbagai informasi tentang dirinya sendiri.”
Berikutnya Bernard dan Fullmer 1969 (dalam RMFatihah http://eko13.wordpress.com ) menyatakan, ”bahwa bimbingandilakukan untuk meningkatkanperwujudan diri individu.” Dapat dipahami bahwa bimbingan membantu individu untukmengaktualisasikan diri dengan lingkungannya.
Menurut Tim Redaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia, ”bimbingan adalah petunjuk penjelasan cara mengerjakansesuatu, tuntutan.”
Menurut TimRedaksi Kamus Besar Bahasa Indonesia, ”bimbingan adalah petunjuk penjelasan cara mengerjakansesuatu, tuntutan.”
Dari beberapa pengertian bimbingan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa bimbingan adalah pemberianbantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis yang dilakukan oleh seorangahli yang telah mendapatlatihan khusus untuk itu,dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya, lingkungannya, serta dapatmengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensidirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat. Menurut RedaksiKamus Besar Bahasa Indonesia, EdisiKedua, ”berkelanjutan adalah berlangsung terus menerus, berkesinambungan.”
Berdasarkan pengertian bimbingan dan berkelanjutandapat ditarik suatu kesimpulan bahwa bimbingan berkelanjutan adalah pemberian bantuan yang diberikan seorang ahli kepada seseorang atau individusecara berkelanjutan berlangsung secaraterus menerus untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan mendapat kemajuan dalambekerja.
D. Kerangka Berpikir
Secara garisbesar yangmenjadi inidikator dari faktor kreativitas guru adalah cara guru dalammerencanakan proses belajar mengajar (PBM), cara guru dalam pelaksanaan PBM, dan cara guru dalammengevaluasi PBM dimana indikator tersebut akan ditingkatkan dengan adanyabimbingan berkelanjutan dimana bimbingan berkelanjutan berfungsi sebagaikatalisator untuk mengembangkan kreativitas guru dalam proses belajar mengajar. Yang dapat digambarkan dalamparadigma sebagai berikut:
Kreativitas Guru dalam proses belajar mengajar (X1)
· Cara guru dalam
merencanakan PBM
· Cara guru dalam pelaksanaan PBM
· Cara guru dalam mengadakan evaluasi .
Bimbingan berkelanjutan yaitu pemberian bantuan kepada guru secara berkelanutan berlangsung secara terus menerus untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan mendapat kemajuan dalam bekerja .
Gambar 1. Kerangka Berpikir
E. HipotesisPenelitian
Hipotesis dapat diartikan sebagaisuatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian,sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 2002: 64). Yang menjadihipotesis dalam penelitian ini adalah:
“adanya peningatan kreativitas gurudalam mengajar setelah dilakukan bimbinganberkelanjutan”
BABIII
METODE PENELITIAN
A. SettingPenelitian
Setting dalam penelitian ini meliputi: tempat penelitian, waktu penelitian, jadwal penelitian, dan siklusPTS sebagai berikut :
1. Tempat Penelitian
Penelitian Tindakan Sekolah dilaksanakan SDN Cigugur Girang 1 Kab. BandungBarat. Pemilihansekolah tersebutbertujuan untuk meningkatkan kreatifitas guru dalam proses belajar mengajar, karenapeneliti merupakan Kepala Sekolah SDN Cigugur Girang 1
2. WaktuPenelitian
PTSini dilaksanakan pada awal bulan januari hingga awal bulan februari 2012.
3. JadwalPelaksanaan Penelitian
Jadwal pelaksanaan penelitian seperti pada tabelberikut.
NO.
KEGIATAN
WAKTU
1.
Membuat proposal
1-5 Januari 2012
2.
Merevisi proposal
6-8 januari 2012
3.
Melaksanakan PTS
9 januari -4 februari 2012
4.
Membuat laporan PTS
5-7 februari 2012
5.
Mempresentasikan hasil PTS
4. SiklusPenelitian
PenelitianTindakan Sekolah dilaksanakan melalui dua siklus untuk melihat peningkatan kreatifitas gurudalam proses belajar mengajar.
B. Persiapan Penelitian Tindakan Sekolah
Sebelum PTS dilaksanakan, dibuat berbagai inputinstrument yang digunakanuntuk mendapatkan data dan informasi.
C. Subjek Penelitian
Yang menjadi subyek dalam PTS ini adalah guru SDNCigugur Giarang 1 yang berjumlah 8 orang.
D. Sumber Data
Sumber data dalam PTS ini adalah cara mengajar yang sudah dilaksankan oleh guru di SDNCigugur Girang 1 kab.Bandng Barat.
E. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1. Teknik
Teknikpengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan diskusi.
· Wawancaradipergunakan untuk mendapatkan data atau informasi tentang pemahaman guru terhadap cara mengajar yang baru dan kreatif yang dapa meningkatkan minat belajarsiswa.
· Observasi dipergunakan untuk mengumpulkan data danmengetahui kreativitasguru dalam proses mengajar.
· Diskusi dilakukan antara peneliti dengan guru.
2. Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpulan data dalam PTS ini sebagai berikut:
· Wawancara menggunakan panduan wawancara untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki gurutentang cara mengajar yang lebih menarik dan lebih kreatif.
· Observasi menggunakan lembar observasi untuk mengetahui kreatifitasguru dalam mengajar .
· Diskusidilakukan dengan maksud untuk sharing pendapat antara peneliti dengan guru.
F. ProsedurPenelitian
Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Sekolah (School Action Research), yaitu sebuah penelitian yang merupakan kerjasama antara peneliti dan guru,dalam meningkatkan kemampuan guru agar menjadi lebih baik dalam mengajar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif, dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat peningkatan yangterjadi darisiklus ke siklus. ”Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidikidengan menggambarkan/melukiskan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang, lembaga,masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atausebagaimana adanya (Nawawi, 1985:63). Dengan metode ini peneliti berupaya menjelaskan datayang peneliti kumpulkan melaluikomunikasi langsung atau wawancara, observasi/pengamatan,dan diskusi yang berupa persentase atau angka-angka.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikankesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru dalam menemukan cara mengajar yang lebihinovatif dan kreatif. Selanjutnya peneliti memberikan alternatif atau usahaguna meningkatkan kreatifitas guru dalamproses mengajar.
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalamPenelitian Tindakan Sekolah, menurut Sudarsono, F.X, (1999:2) yakni:
Rencana : Tindakan apa yang akan dilakukan untuk meningkatkan kretaivitas guru dalam proses mengajar. Solusinya yaitu dengan melakukan : a) wawancara dengan guru dengan menyiapkan lembar wawancara,
b) Diskusi dalam suasana yang menyenangkan dan
c) memberikan bimbingan dalam melakukan proses mengajar.
Pelaksanaan: Apa yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya meningkatkan kreatifitas guru dalam mengajar yaitu dengan memberikan bimbingan berkelanjutan pada guru sekolah binaan .Observasi: Peneliti melakukan pengamatan terhadap metode atau cara mengajar yang dilakukan oleh guru di SDN Cigugur Girang 1 Kab. Bandung Barat untuk memotret seberapa jauh kemampuan guru dalam proses mengajar, hasil atau dampak dari tindakan yang telah dilaksanakan oleh guru dalam mencapai sasaran.· Selain itu juga peneliti mencatat hal-hal yang terjadidalam pertemuan dan wawancara.Rekaman dari pertemuan dan wawancara akan digunakanuntuk analisis dan komentar kemudian.
· Refleksi: Penelitimengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau
dampak dari tindakan yang telahdilakukan. Berdasarkan hasil darirefleksi ini, peneliti bersama guru melaksanakan revisi atau perbaikan terhadap metode /cara mengajar yangdipakai agar sesuai dengan rencana awal yang mungkin saja masih bisa sesuaidengan yang peneliti inginkan.
Prosedur penelitian adalah suatu rangkaian tahap-tahap penelitian dari awal sampai akhir. Penelitian ini merupakan prosespengkajian sistem berdaur sebagaimanakerangka berpikir yang dikembangkan oleh Suharsimi Arikunto dkk. Prosedur ini mencakup tahap-tahap:
(1)perencanaan,
(2) pelaksanaan,
(3) pengamatan
(4) refleksi.
Keempat kegiatan tersebut saling terkait dan secaraurut membentuk sebuah siklus.Penelitian Tindakan Sekolah merupakan penelitian yang bersiklus, artinya penelitiandilakukan secara berulang dan berkelanjutan sampai tujuan penelitian dapat tercapai.”
G.Pelaksanaan
Rencana pelaksanaan dilakukan dalam dua siklus yaitu:
1. Siklus Pertama (Siklus I )
a) Peneliti merencanakan tindakan pada siklus I (membuat format/instrumen wawancara, penilaian terhadapmetode mengajar yang digunakan, rekapitulasi hasil terhadap metode mengajaryang digunakan).
b) Penelitimemberi kesempatan kepada guru untuk mengemukakan kesulitan atau hambatan dalam menemukan metode mengajar yanglebih inovatif dan kreatif.
c) Peneliti menjelaskan kepada gurutentang pentingnya kreatifitas dalamproses belajar mengajar.
d) Peneliti memberikan bimbingan dalam pengembangan kretifitasdalam metode cara mengajar.
e) Peneliti melakukan observasi/pengamatan terhadap kreatifitasmetode /cara yang telah dibuat oleh guru
f) Peneliti melakukan revisi atau perbaikan terhadap metode /cara mengajar.
g) Peneliti dan guru melakukan refleksi.
2.Siklus Kedua (SiklusII)
a) Peneiti merencanakan tindakan pada siklus II yangmendasarkan pada revisi/perbaikan pada siklus I, seperti menugasi guru untuk mencarimetode mengajar yang baru yang lebih kreatif dan inovaif, mengumpulkan, dan melakukanpembimbingan dalammenemukan cara /metode mengajar yang lebih inovatif dan kreatif. .
b) Peneliti melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana padasiklus II.
c) Peneliti melakukan observasi/pengamatan terhadap caramengajar yang telah dibuat guru.
d) Peneliti melakukan perbaikan atau revisi metode mengajar.
e) Peneliti dan guru melakukan refleksi.
H. IndikatorPencapaian Hasil
Peneliti mengharapkan secara rinci indikator pencapaian hasil paling rendah 78 % guru membuat kesebelas komponenRencana Pelaksanaan Pembelajaransebagai berikut.
1. Cara guru dalam merencanakan proses belajar mengajar
· Merumuskan tujuan pembelajaran atau tujuaninstruksional dengan baik dalam perencanaan proses belajar mengajar
· Memilih buku pendamping bagi siswa selain buku paket yang ada yang benar-benar berkualitas dalam menunjangmateri pelajaran sesuai kurikulumyang berlaku
· Memilih metode mengajar yang baik yang selalumenyesuaikan dengan materi pelajaran maupun kondisi siswa yang ada. Metode yang digunakanguru dalam mengajar
· Menciptakan media atau alat peraga yang sesuai dan menarikminat siswa.Penggunaan alat peraga atau media pendidikan akan memperlancar tercapainya tujuan pembelajaran.
2. Cara guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar
3. Caraguru dalam mengadakan evaluasi
BABIV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian dan Pembahasan
Dari hasil wawancara terhadap delapan orang guru,peneliti memperoleh informasi bahwa semua guru (delapan orang) masih menggunakan carakonfesional dalam mengajar, umumnya guru mengadopsi metodemengajar yang sudah ada sejak dulu, kebanyakan guru tidak tahu dan tidak paham dalam menggunakan media ataualat peraga dalam proses mengajar, mereka setuju bahwa guru harus mengganti metode mengajar dengan yangbaru yang lebih inovatif dan kreatif sehingga dapat menarik minat siswa dalamperoses belajar .Selain itu, kebanyakan guru belum tahu dengan menciptakan media atau alat bantu dalammengajar.
Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadapdelapan cara mengajar yang dilakukanguru (khusus pada siklus I), diperolehinformasi/data bahwa masih ada guru yang masih menggunakan metode konfensional dalam mengajar misalnya tidak menggunakan buku pendampingatambahan ataupun alat peraga atau media dalam mengajar dan hanya sekedarmemberikan tugas. Menggunakan metode mengajar yang tidak sesuai dengan materipembalajaran.
Dilihat dari segi kreatifitas, terjadi peningkatandalam Pelaksanaan Pembelajaran darisiklus ke siklus . Hal itu dapat dilihat padalampiran Rekapitulasi Hasil dari Siklus ke Siklus.
1. Siklus I (Pertama)
Siklus pertama terdiri dari empat tahap yakni: (1)perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi seperti berikut ini.
a. Perencanaan (Planning)
Membuat lembar wawancaraMembuat format/instrumen penilaian kreatifitas guru dalam mengajarMembuat format rekapitulasi hasil dari siklus 1 dan siklus 2 Membuat format rekapitulasi hasil dari siklus ke siklus
b. Pelaksanaan (Acting)
Tabel 4.1 Hasil Siklus 1
NO
INDIKATOR
PERSENTASE
1
inovasi
50%
2
Tujuan intruksional
50%
3
Penggunaan buku paket berkualitas
75%
4
Metode yang sesuai dengan materi
37,50%
5
Penggunaan alat peraga
12,50%
6
Pelaksanaan proses belajar mengajar
62,50%
7
evaluasi
62,50%
8
metode/model mengajar baru
12,50%
Dapat dilihat dari hasil analisi yang dilakukan Padasaat awal siklus pertama indikator pencapaian hasil dari setiap indikatorkreatifitasbelum sesuai/tercapai seperti rencana/keinginan peneliti. Hal itu dibuktikan dengan masihrendahnya presentase dari setiap indikator nya dan keseluruhan ndikator masihdibawah standar yang ditetapkan. Yaitu dimana nilai setiap indikator masihdibawah 75%
Hasil observasi pada siklus kesatu dapat dideskripsikan berikut ini :
· 4 orang sudah menyusun tujuan intruksional yang sesuai dan4 orang lagi tidak
· 4 orang sudah memerlihatkan (menciptakan)inovasi-inovasidalam proses belajar dan 4 orang lagi tidak
· 6 orang guru sudah menggunakan buku paket berkualitas danyang 2 orang lagi belum
· 3 orang sudah menggunakan metode yang sesuai dengan materiyang akan diajarkan
· Hanya 1 orang yang menggunakan media dan alat peraga
· 5 orang sudah melaksanakan proses belajar mengajar denganbaik
· 5 orang sudah melakukan evaluasi dengan benar
· Hanya 1 orang yang menggunakan metode baru dalam mengajar
2. Siklus II (Kedua)
Siklus ke dua juga terdiri dari empat tahap yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksiseperti berikut ini.
a. Perencanaan (Planning)
· Membuat lembar wawancara
· Membuat format/instrumen penilaian kreatifitas guru dalammengajar
· Membuat format rekapitulasi hasil dari siklus 1 dan siklus2
· Membuat format rekapitulasi hasil dari siklus ke siklus
b. Pelaksanaan (Acting)
Tabel 4.2 Hasil Siklus 2
NO
INDIKATOR
PERSENTASE
1
inovasi
100,00%
2
Tujuan intruksional
87,50%
3
Penggunaan buku paket berkualitas
87,50%
4
Metode yang sesuai dengan materi
87,50%
5
Penggunaan alat peraga
100,00%
6
Pelaksanaan proses belajar mengajar
100,00%
7
evaluasi
87,50%
8
metode/model mengajar baru
100,00%
Dapat dilihat dari hasil analisi yang dilakukan sikluske dua indikator pencapaian hasil dari setiap indikator kreatifitassudah sesuai/tercapai sepertirencana/keinginan peneliti. Hal itu dibuktikan dengan tingginya presentase dari setiap indikator nya dankeseluruhan indikator masih diatas standar yang ditetapkan. Yaitu dimana nilaisetiap indikator masih diatas 75%
Hasil observasi pada siklus kesatu dapat dideskripsikan berikut ini :
· 8 orang sudahmenyusun tujuan intruksional yang sesuai
· 7 orang sudah memerlihatkan (menciptakan)inovasi-inovasidalam proses belajar
· 7 orang guru sudah menggunakan buku paket berkualitas
· 7 orang sudah menggunakan metode yang sesuai dengan materiyang akan diajarkan
· 8 orang yangmenggunakan media dan alat peraga
· 8 orang sudah melaksanakan proses belajar mengajar denganbaik
· 7 orang sudah melakukan evaluasi dengan benar
· 8 orang yang menggunakanmetode baru dalam mengajar
BABV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil Penelitian Tinadakan Sekolah (PTS)dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kreativitasguru dalam prosesmengajar . Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami metode dan cara mengajar dari peneliti. Informasi ini peneliti peroleh dari hasil pengamatan pada saat mengadakanwawancara dan bimbingan pengembangankreatifitas guru .
2. Bimbingan berkelanjutan dapat meningkatkan kreativitasguru dalam proses belajar mengajar. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi/pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kreatifitas guru dari siklus ke siklus . Pada siklus Inilai rata-rata indikatorkreatifitas guru sebesar 50% dan pada siklus II 90%. Jadi, terjadi peningkatan 40% dari siklus I.
B. Saran
Telah terbukti bahwadengan bimbingan berkelanjutan dapat
meningkatkan kreatifitas guru dalam proses belajar mengajar . Oleh karena itu, peneliti menyampaikanbeberapa saran sebagai berikut :
1. Inovasi yang sudahtertanam khususnya dalam kreatifitas mengajar hendaknya terus dipertahankan danditingkatkan/ dikembangkan .
2. Terus menggali potensi dalam diri guru
3. Meningkatkan keingin tahuan akan metode baru dalam prosesbelajar mengajar agar tidak tergerus jaman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar